Selasa 03 September 2019, 13:00 WIB

Pembangunan Infrastruktur Terkendala Data Pasokan Bahan Baku

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Pembangunan Infrastruktur Terkendala Data Pasokan Bahan Baku

MI/Lina Herlina
Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin.

 

PEMBANGUNAN infrastruktur di Tanah Air masih menghadapi tiga isu utama yakni perencanaan, penyiapan proyek serta pembebasan lahan.

Berdasarkan data Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), sebanyak 30% dari 191 masalah yang datang dari 223 Proyek Strategis Nasional (PSN) sangat berkaitan erat dengan tiga isu tersebut.

Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Syarif Burhanuddin mengungkapkan masalah-masalah itu belum bisa teratasi dengan baik karena tidak adanya kekompakan antarpemangku kepentingan.

Selama ini, ucap Syarif, pemerintah tidak memiliki data valid terkait ketersediaan bahan baku infrastruktur seperti baja, besi, semen dan lain sebagainya. Hal itu membuat pemerintah kesulitan untuk menghitung berapa jumlah stok yang bisa digunakan untuk melaksanakan pembangunan.

Akhirnya, sebagian bahan material harus didatangkan dari luar negeri. Padahal, jika komunikasi terbangun dengan baik, kebijakan impor bisa dicegah.

"Saya yakin industri kita itu bisa memenuhi kebutuhan bahan baku infrastruktur sendiri," ujar Syarif di kantornya, Jakarta, Selasa (3/9).

Baca juga: TP4 Bantu Pembangunan Infrastruktur Lebih Cepat dan Berkualitas

Maka dari itu, mulai saat ini, ia meminta seluruh pelaku usaha mengirimkan data, tidak hanya terkait jumlah tetapi juga persebaran stok yang mereka miliki.

Ia menyebut, sekarang, pasokan material infrastruktur terpusat di dua pulau besar yakni Jawa dan Sumatera.

Sementara, pulau-pulau lain terutama di timur masih kekurangan ketersediaan.

"Akhirnya biaya untuk membangun di sana jadi lebih tinggi karena ada biaya pengiriman yang lebih besar," tuturnya.

Ia berharap, dengan kolaborasi yang lebih erat, pembangunan infrastruktur dapat terpetakan dengan baik. Dengan begitu pembangunan akan menjadi lebih efektif dan efisien.

"Biaya bisa dikurangi tapi kualitasnya tetap sama. Dari sisi waktu, pengerjaan juga akan berjalan lebih cepat," tutur Syarif.(OL-5)

Baca Juga

dok.ist

Kementan dan DPR Tingkatkan Kapasitas SDM Pertanian Melawi

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 23:40 WIB
KEMENTAN RI melalui Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru berkolaborasi dengan Komisi IV DPR RI terus berupaya...
Antara/Boyek Lela Martha

Kemendagri: Produk dalam Negeri Harus Jadi Tuan di Rumah Sendiri

👤Yakub Pryatama WIjayaatmaja 🕔Kamis 26 Mei 2022, 23:17 WIB
UMKM harus jadi perhatian  karena sektor ini paling luas serapan lapangan kerjanya,"...
Antara/HO BNBR

Realisasikan Investasi RI-Inggris, Bahlil bakal Bentuk Tim Khusus

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 26 Mei 2022, 22:25 WIB
“Saya pikir kita perlu membuat tim khusus untuk merealisasikan kerja sama ini yang akan kita teken saat Konferensi Tingkat Tinggi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya