Headline
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menetapkan tarif impor baru untuk Indonesia
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menetapkan tarif impor baru untuk Indonesia
MALAM itu, sekitar pukul 18.00 WIB, langit sudah pekat menyelimuti Dusun Bambangan
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Kuartal II 2019 tumbuh 5,05% atau melambat dibandingkan Kuartal II 2018 yang sebesar 5,27%. Kepala BPS Suhariyanto menyampaikan bahwa ada beberapa peristiwa yang terjadi selama Kuartal II 2019 yang akan berpengaruh terhadap komponen bagi pertumbuhan ekonomi baik dari sisi pengeluaran maupun lapangan usaha.
Pertama, kata Suhariyanto, adalah pergerakan harga komoditas baik migas maupun nonmigas. Pergerakan harga komoditas tersebut di Kuartal II 2019 secara umum masih menunjukkan peningkatan dibandingkan Kuartal I 2019.
Baca juga: Polri Lakukan Investigasi Ihwal Pemadaman Listrik PLN
"Tapi kalau kita bandingkan harga komoditas Kuartal II 2019 terhadap Kuartal II 2018 secara yoy, di sana ada penurunan yang lumayan tajam. Misalnya, minyak. ICP (Indonesia Crude Price) pada Kuartal II 2019 ini mengalami penurunan 6,12% dibandingkan harga ICP pada Kuartal II 2018," tutur Suhariyanto dalam konferensi pers di Gedung BPS, Jakarta, Senin (5/8).
Selain itu, ia juga mencontohkan batu bara yang juga mengalami penurunan harga pada Kuartal II 2019 yang sebesar 22,9%. Minyak sawit pun, sambungnya, juga mengalami penurunan harga sebesar 16,7%.
"Kita tahu komoditas utama ekspor Indonesia adalah batu bara dan CPO sehingga penurunan harga yang tajam itu akan berpengaruh pada ekspor dan impor, yang nantinya merupakan salah satu komponen dalam PDB dari sisi pengeluaran," katanya.
Di samping itu, lanjut Suhariyanto, tantangan yang akan dihadapi tahun ini dan ke depannya adalah terjadinya perlambatan ekonomi global. Perekonomian global, kata dia, telah menunjukkan perlambatan yang cukup signifikan.
Baca juga: BPS: Ekonomi Indonesia Kuartal II 2019 Tumbuh 5,05%
Ia pun mencontohkan ekonomi Tiongkok yang mengalami perlambatan dari Kuartal II 2018 sebesar 6,7% menjadi 6,2% di Kuartal II 2019. "Ekspor kita menduduki posisi pertama dan pada Kuartal II adalah sebesar 16,62%," ucapnya.
Selain itu, lanjut Suhariyanto, Amerika Serikat pun yang menjadi tujuan kedua ekspor Indonesia mengalami perlambatan ekonomi dari 3,2% pada Kuartal II 2018 menjadi 2,3% pada Kuartal II 2019. (OL-6)
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved