Rabu 27 Maret 2019, 12:27 WIB

Gubernur BI: Ekonomi 2019 akan Terakselerasi Ketimbang 2018

Antara | Ekonomi
Gubernur BI: Ekonomi 2019 akan Terakselerasi Ketimbang 2018

ANTARA/Aprillio Akbar
Gubernur BI Perry Warjiyo (kedua kiri) memberikan Buku Laporan Perekonomian Indonesia 2018 kepada Menko Perekonomian Darmin Nasution.

 

GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakini perekonomian akan tumbuh terakselerasi dibanding pertumbuhan 2018 karena reformasi struktural terus berjalan dan tekanan eksternal mereda akibat melunaknya kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed).    

"Saya optimistis kinerja ekonomi akan lebih baik, pertumbuhan ekonomi lebih tinggi, bahkan lebih cepat meningkat berkat reformasi struktural," kata Perry saat meluncurkan Buku Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2018 di Jakarta, Rabu (27/3).    

Bank Indonesia masih memasang rentang proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini di kisaran 5,0%-5,4% (yoy). Sementara tahun lalu pertumbuhan ekonomi hanya sebesar 5,17%.

Perry mengatakan reformasi struktural yang telah dilakukan selama empat tahun terakhir akan membuahkan hasil bagi aliran investasi dan konsumsi domestik pada tahun ini.    

Pada 2019 di mana tekanan ekonomi global tidak sekencang 2018, Perry menekankan reformasi struktural ekonomi domestik harus dilanjutkan.

Reformasi struktural itu ditekankan pada empat aspek yakni peningkatan daya saing perekonomian nasional. Kemudian reformasi kedua yakni strategi untuk mengembangkan kapasitas dan kapabilitas sektor industri atau industrialisasi agar dapat mendongkrak ekspor.

Strategi ketiga yakni mengoptimalkan pemanfaatan ekonomi digital termasuk sistem pembayaran.    

"Reformasi keempat adalah strategi untuk memperluas sumber pembiayaan ekonomi karena kebutuhan pembangunan Indonesia yang masif dan besar," ujar dia.    

 

Baca juga: Rupiah Melemah Ikuti Koreksi Mata Uang Regional

 

Indonesia, kata dia, juga meyakini aliran modal asing dari pasar keuangan global akan semakin deras masuk ke pasar keuangan domestik.    

Salah satu penyebabnya, arah kebijakan The Fed; yang kian moderat dengan proyeksi kenaikan suku bunga acuan hanya satu kali dalam dua tahun ke depan. Artinya tekanan dari kenaikan suku bunga negara-negara maju sudah tidak dirasakan lagi seperti pada 2018.    

Pada 2019 Perry menekankan Bank Indonesia akan terus menempuh bauran kebijakan guna memperkuat stabilitas eksternal dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.    

Jargon kebijakan suku bunga yang antisipatif, kata dia, tetap dipertahankan BI. 

"Kami tetap menempuh kebijakan moneter yang 'preemptive' dan 'ahead of the curve'," ujarnya.    

Namun kebijakan makroprudensial dijanjikan lebih akomodatif dengan stimulus untuk memperdalam pasar keuangan guna menjaga stabilitas di pasar uang dan mendukung pembiayaan ekonomi.

"Kami juga melanjutkan peran kebijakan sistem pembayaran dan mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah hingga di tingkat daerah," kata Perry. (OL-3)
 

Baca Juga

Dok. Pribadi

Presiden Apresiasi Perusahaan Berkinerja Ekspor Baik 

👤Andhika Prasetyo 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 22:30 WIB
“Saya menyampaikan selamat kepada para eksportir Indonesia penerima penghargaan Primaniyarta. Bapak ibu telah membantu percepatan...
Antara

Kementerian Perindustrian dan Pemprov Jabar Bawa Industri Halal hingga Ekonomi Kreatif ke Dubai Ekspo

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 22:28 WIB
Pememprov turut meramaikan Paviliun Indonesia dengan memamerkan produk...
AFP/Ahmad El Itani/Saudi Aramco.

Saudi Aramco Targetkan Nol Emisi Karbon pada 2050

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 20:19 WIB
Arab Saudi, pengekspor minyak mentah utama dunia, mengatakan akan bergabung dengan upaya global untuk mengurangi emisi metana hingga 30%...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya