Rabu 18 Maret 2015, 00:00 WIB

Bank Indonesia Pertahankan BI Rate

Ire/X-10 | Ekonomi
Bank Indonesia Pertahankan BI Rate

MI/Atet Dwi Pramadia
Tirta Segara, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia.

 

MATA dunia kini memang sedang mengawasi pulihnya perekonomian Amerika Serikat yang ditandai dengan menguatnya nilai tukar dolar AS di segala penjuru dunia.

Bank sentral di berbagai negara pun merespons dengan menetapkan kebijakan pelonggaran moneter.

Bank of Korea dan People's Bank of China (PBOC) memilih memangkas suku bunga acuan 25 basis poin, masing-masing menjadi 1,75% dan 5,35%.

Namun, Bank of England (BOE) dan European Central Bank (ECB) tetap mempertahankan suku bunga acuan, masing-masing di level 0,5% dan 0,05%.

Keputusan yang sama juga dilakukan Bank Indonesia yang memilih tetap mempertahankan suku bunga acuan sama seperti kondisi sebelumnya 7,5%.

Suku bunga deposit facility juga tetap di 5,5% dan lending facility di level 8%.

"Keputusan itu sejalan dengan upaya untuk mencapai sasaran inflasi 4 plus minus 1% pada 2015 dan 2016, serta mengarahkan defisit transaksi berjalan ke tingkat yang lebih sehat dalam kisaran 2,5%-3% terhadap PDB jangka menengah," jelas Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Tirta Segara di Jakarta, Selasa (17/3).

BI juga berkomitmen memperkuat kebijakan moneter dan makroprudensial untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.

Apalagi berbagai pihak menanti keputusan The Fed, bank sentral AS, besok.

Banyak pengamat yang memprediksi The Fed akan menaikan suku bunga acuan.

"BI tampaknya sangat berhati-hati dalam menjaga stabilitas mata uang. BI mempertahankan kehadirannya di pasar dengan intervensi terbatas untuk memuluskan volatilitas di pasar valas dan pasar obligasi," ujar Ekonom Bank Danamon Dian Ayu Yustina, kemarin.

Ia mengapresiasi keputusan mempertahankan BI rate dan sepakat dengan fokus BI ditujukan untuk mengamankan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD).

"Kita dapat melihat beberapa perbaikan dalam CAD pada kuartal pertama. Perbaikan dalam keseimbangan minyak (karena harga minyak dunia yang rendah), secara signifikan dapat membantu mempersempit CAD," kata Dian.

Baca Juga

Dok. Pribadi

Ammana-KORPRI Beri Akses Pendanaan Syariah bagi ASN

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Minggu 29 November 2020, 03:48 WIB
Pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal III-2020 salah satunya ditopang oleh sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah...
Dok. Diamondland

Diamondland Bangun Apartemen Low Rise di DepokĀ 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Minggu 29 November 2020, 03:15 WIB
Sebagai daerah penyangga Jakarta, Depok juga punya banyak fasilitas bak kota metropolitan. Misalnya, ada mal serta fasilitas kesehatan dan...
Ist

Manufacturing Indonesia Gairahkan Kembali Industri Manufaktur

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 November 2020, 23:55 WIB
Program hybrid Pamerindo diimplementasikan melalui platform Business Meeting dan Digital Showroom yang didukung smart environment...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya