Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
DENGAN membawa papan seluncur, Angga berjalan di kawasan Pantai Parangtritis, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun, Rabu (20/4) itu ia bukan hendak bermain di laut yang memang dilarang untuk tempat berenang itu. Tujuannya ialah ke gumuk atau bukit pasir di tepi laut.
Di situ, ia memandu empat pelajar yang ingin menjajal berseluncur di atas pasir. Sudah lebih dari setahun, Angga menjadi pemandu untuk olahraga sandboarding itu. Memang, sudah sejak awal 2015, berseluncur di pasir menjadi kegiatan yang digemari anak muda di sana. Lambat laun, kegiatan itu pun menjadi daya tarik wisata tersendiri.
Di sisi lain, banyak orang yang masih belum mengetahui nikmat dan serunya seluncur di tepi pantai itu. Dari Gumuk Pasir Barchan itu pun Angga menjelaskan berseluncur di atas pasir bisa dilakukan dengan duduk atau berdiri. Saat pertama kali mencoba, sebaiknya meluncur dengan cara duduk agar si pemain mengetahui medan dan kecepatan meluncur. Jika telah mengetahui medan, pemain bisa mencoba berseluncur dengan cara berdiri.
"Cara berseluncur dengan berdiri, kaki terkuat ditempatkan di tempat kaki bagian depan. Saat meluncur, usahakan agak jongkok dan tubuh condong ke depan untuk menjaga keseimbangan," kata dia kepada Media Indonesia. Sama dengan olahraga aksi dan ketangkasan lainnya, sandboarding sebenarnya juga memiliki perlengkapan keamanan, yakni helm, pelindung siku, dan pelindung lutut. Namun, di Parangtritis tidak tampak wisatawan memakainya karena kebanyakan mereka merasa sudah aman. Memang, jika tidak melakukan manuvermanuver sulit, risiko yang dihadapi tampaknya hanyalah jatuh berguling di pasir. Itu juga yang dilakukan M Haris Rahman. Meski tampak sedikit kesulitan, ia tetap percaya diri mencoba berseluncur. Beberapa kali Haris jatuh, tetapi ia segera bangkit lagi ke puncak gumuk. Sementara itu, Galan Yega Fausta tampak lebih lancar bermain. Rupanya ini kali kedua ia mencoba. "Lebih asyik yang sekarang karena lebih sedikit jatuh. Kalau dulu sering jatuh sehingga banyak mandi pasir," ujarnya. Pengalaman mengasyikkan juga tampak di wajah Ingu, wisatawan asal Norwegia.
"Saya pernah mencoba berseluncur di salju dan berselancar air, ... ini (seluncur pasir) saya rasa menyenangkan. Akan lebih menyenangkan kalau lintasan luncurnya lebih panjang," kata dia. Ingu juga menilai pemandangan sekitar yang indah membuat wisata di tempat itu makin menyenangkan.
Jika Anda juga ingin menjajal seluncur ini, tidak perlu repot membawa papan sendiri. Warga telah menyediakan papan luncur yang bisa disewa dengan harga Rp70 ribu yang bisa dipakai sepuasnya. Jika ingin membeli, papan luncur bisa didapat seharga Rp500 ribu. Papan luncur itu mirip sekali dengan papan seluncur yang biasa digunakan di jalanan, tetapi tentunya tanpa roda.
Kaki memijak seperti menggunakan papan selancar air, yakni menghadap ke sisi panjang papan. Agar kaki lekat di papan, di tempat pijakan itu diberi tali berperekat.
Dimulai mahasiswa
Kini telah ramai dikunjungi wisatawan, tetapi awal munculnya sandboarding di daerah itu tidak tertulis jelas. Berdasarkan penuturan Angga, yang memulainya diyakini seorang mahasiswa Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada bernama Sidik. Pascagempa Bantul pada 2006, Sidik mulai menjajal sandboarding di sana.
Dari cerita yang beredar, lanjut Angga, ia mencoba membuat papan luncur sendiri karena mahalnya papan luncur yang ada di pasaran. "Mas Sidik dari UGM yang pertama kali memperkenalkan. Karena intensitas bermainnya tidak rutin, kami kemudian mulai menyeriusi ini pada awal 2015," kata dia. Berkat pemberitaan di media yang gencar kala itu, sandboarding di gumuk pasir pun semakin populer di masyarakat.
Di luar negeri, berseluncur cara ini juga digemari di Amerika Serikat (AS), Afrika Selatan, dan Peru. AS bahkan memiliki taman bukit pasir pertama di dunia. Di tempat bernama Sand Master Park di Kota Florence, Oregon, itu pula kejuaran dunia sandboarding digelar. (M-3)
Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, menegaskan komitmen terhadap pengembangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
Ikatan Keluarga Dewan (IKD) DPRD DKI Jakarta menggelar berbagai perlombaan di Rumah Dinas Ketua DPRD DKI Jakarta
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rany Mauliani, mendukung Pemprov DKI Jakarta mempercepat transformasi digital di sektor perdagangan tradisional
Pemprov DKI Jakarta berkomitmen pembenahan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rany Mauliani, mengapresiasi Program Pemutihan Ijazah yang tertahan atau tertunda
Komisi A DPRD DKI Jakarta mengusulkan agar sebidang lahan milik PT. Billymoon tetap dimanfaatkan oleh warga RW 10 dan masyarakat Pondok Kelapa
DPRD DKI Jakarta mengapresiasi langkah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta yang siap berkolaborasi mendukung pertumbuhan ekonomi
Para anggota DPRD DKI Jakarta menjadi peserta fashion show yang diselenggarakan Sekretariat DPRD DKI Jakarta
DPRD DKI Jakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI menyepakati besaran nilai Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, kembali ambil bagian dalam Turnamen Bulu Tangkis DPRD DKI Jakarta Cup yang digelar oleh Sekretariat DPRD DKI Jakarta.
Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Drs. H. Khoirudin memberikan pesan di HUT ke-80 RI
Chemi, seorang pria muda penuh semangat dan berjiwa sosial tinggi, tiba-tiba harus mengalami hal yang tidak diinginkan.
PFI menyelenggarakan FIFest 2025 sebagai upaya mendorong transformasi sosial berbasis budaya filantropi.
Berikut petikan wawancara jurnalis Media Indonesia, Mohamad Farhan Zhuhri, dengan Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya Andira Reoputra
Divisi Humas Polri bekerjasama dengan Media Indonesia menggelar Pelatihan Penulisan Berita dan Artikel yang diikuti perwakilan Humas Polda seluruh Indonesia.
Hewan kurban ini berasal dari unit-unit usaha Media Group seperti Metro TV, Media Indonesia, Indocater, dan Pangansari Utama
Pengamat Timur Tengah, Faisal Assegaf, berbagi pengalaman dramatisnya selama 100 jam ditahan oleh pasukan Kurdi di Suriah pada April 2025.
Pelatihan ini merupakan wadah bagi para anggota polri untuk meningkatkan kompetensi dan kemampuan dalam menjalankan tugas-tugas Humas Polri.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved