Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
BERGAYA layaknya seorang penyanyi hip hop, Richard Insane Latunusa dengan mantap memainkan bola basket di seluruh bagian tubuhnya. Sesekali, dirinya sampai jungkir balik dengan tangan di bawah dan kaki di atas. Meski begitu, bola basket tetap mulus bergulir tanpa jatuh ke lantai.
Untuk teknik yang bernama hand stand pick up itu, pria yang akrab disapa Insane itu mengaku butuh latihan yang cukup lama. Kekuatan tangan menjadi modal utama.
Tidak hanya Insane, Kamis (21/1) senja itu di sebuah gerai di Grand Indonesia, Jakarta, ada delapan pemuda lain yang unjuk kebolehan dalam freestyle basketball. Setidaknya sekali dalam seminggu, di gerai yang menjual sepatu itu, mereka bertemu. Sambil kongko, mereka unjuk kebolehan hasil latihan yang juga rutin diadakan di tempat lain. Aksi mereka bisa makin seru dengan iringan musik.
"Dulu saya hanya bermain basket. Namun, setelah melihat freestyle basket, saya kagum dan mencoba untuk belajar hingga akhirnya bisa sampai sekarang," ujar Insane yang menjabat Ketua Asosiasi Bola Basket Seni Indonesia (ABBSI). Asosiasi itu menjadi wadah para penggemar freestyle basketball atau disebut freestyler.
Seperti bisa dilihat, olahraga itu punya perbedaan mendasar dengan basket biasa. Bola tidak dijaringkan, tetapi sedapat mungkin dimainkan di tubuh. Tidak hanya itu, tampilan freestyler juga penuh gaya dan gerak mereka harus sesuai dengan musik.
Perbedaan itu pula yang membuat Insane banting setir menjadi freestyler. Ia melihat aksi itu layaknya seni.
"Kita sebut (freestyle basket) di Indonesia sebagai bola basket seni karena tidak seperti main basket pada umumnya. Di sini kita harus memadukan gaya dengan alunan dan tempo musik," tuturnya.
Setidaknya ada empat teknik dasar yang harus bisa dikuasai untuk bisa menjadi freestyler. Teknik sedikit mirip berbeda dengan awal belajar bermain basket.
Keempat teknik itu ialah dribbling (memantulkan bola), spin (memutar bola di tangan atau bagian tubuh lain), roll (melingkarkan bola di tubuh) dan arm roll (memutar dan menjalankan bola di tangan).
Orang yang telah mampu bermain basket diyakini akan lebih mudah menjadi freestyler karena sudah memahami karakter gerak bola.
Insane mengingat olahraga yang sudah ada lama di luar negeri itu masuk ke Indonesia pada sekitar 2000. Saat itu sebuah produsen perlengkapan olahraga asal Amerika Serikat memasukkannya ke kampanye olahraga urban mereka.
Seiring dengan waktu, penggemar olahraga itu di dalam negeri makin banyak, bahkan ditekuni serius. Insane dan rekan-rekannya pun serius mengasah kemampuan dengan belajar berbagai trik dan teknik dari freestyler luar. Lewat internet pula mereka memamerkan teknik dan gaya yang dikembangkan sendiri.
Insane pun bangga mengatakan kemampuan mereka dipuji Harlem Globetrotters, salah satu freestyler ternama dunia. Tim basket yang dalam beraksi memadukan gerakan atletik, teater, dan komedi itu beberapa waktu lalu berkunjung ke Indonesia. "Mereka bilang perkembangan freestyle basket di negara kita sangat pesat," tambahnya.
Khas Indonesia
Untuk bisa menjadi seorang freestyler sukses, Ketua Komunitas Masa Depan Freestyle Basketball Indonesia Israndi Pasopati menekankan kreativitas dan orisinalitas. Kedua hal itu menjadi penilaian penting di turnamen-turnamen freestyle basketball.
Israndi memiliki gaya orisinal yang dilakukan berduet Brahmanda Pandya Dipta. Dengan rekan freestyler-nya itu Israndi melakukan gaya flip and flop.
Orisinalitas juga mereka buat dengan menonjolkan budaya Indonesia. Hal itu dilakukan dengan iringan lagu-lagu Indonesia modern dan lagu daerah.
Untuk kostum, tak ada penggunaan pakaian olahraga khusus. Brahmanda yang hari itu juga hadir mengaku lebih suka bergaya kasual. Hari itu pun dengan berbalut sweter tangan panjang dan jins, ia sama sekali tidak kesulitan dalam memainkan si kulit bulat.
"Saya memang kalau tampil selalu pakai pakaian seperti ini. Menurut saya, ini sudah nyaman dan tidak perlu memakai setelan baju olahraga," ujar pria yang pernah memenangi penghargaan kostum terbaik dalam suatu turnamen freestyle bola basket itu.
Tak hanya itu, dalam sebuah pertunjukan, Brahmanda bersama dengan komunitasnya itu juga kerap mengenakan baju etnik khas daerah tertentu untuk menghargai budaya Indonesia. "Kita juga sering menggunakan sarung, batik, dan kopiah saat pertunjukan untuk menciptakan sesuatu yang unik dan kreatif," pungkasnya. (M-3)
Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, menegaskan komitmen terhadap pengembangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
Ikatan Keluarga Dewan (IKD) DPRD DKI Jakarta menggelar berbagai perlombaan di Rumah Dinas Ketua DPRD DKI Jakarta
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rany Mauliani, mendukung Pemprov DKI Jakarta mempercepat transformasi digital di sektor perdagangan tradisional
Pemprov DKI Jakarta berkomitmen pembenahan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rany Mauliani, mengapresiasi Program Pemutihan Ijazah yang tertahan atau tertunda
Komisi A DPRD DKI Jakarta mengusulkan agar sebidang lahan milik PT. Billymoon tetap dimanfaatkan oleh warga RW 10 dan masyarakat Pondok Kelapa
DPRD DKI Jakarta mengapresiasi langkah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta yang siap berkolaborasi mendukung pertumbuhan ekonomi
Para anggota DPRD DKI Jakarta menjadi peserta fashion show yang diselenggarakan Sekretariat DPRD DKI Jakarta
DPRD DKI Jakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI menyepakati besaran nilai Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, kembali ambil bagian dalam Turnamen Bulu Tangkis DPRD DKI Jakarta Cup yang digelar oleh Sekretariat DPRD DKI Jakarta.
Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Drs. H. Khoirudin memberikan pesan di HUT ke-80 RI
Chemi, seorang pria muda penuh semangat dan berjiwa sosial tinggi, tiba-tiba harus mengalami hal yang tidak diinginkan.
PFI menyelenggarakan FIFest 2025 sebagai upaya mendorong transformasi sosial berbasis budaya filantropi.
Berikut petikan wawancara jurnalis Media Indonesia, Mohamad Farhan Zhuhri, dengan Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya Andira Reoputra
Divisi Humas Polri bekerjasama dengan Media Indonesia menggelar Pelatihan Penulisan Berita dan Artikel yang diikuti perwakilan Humas Polda seluruh Indonesia.
Hewan kurban ini berasal dari unit-unit usaha Media Group seperti Metro TV, Media Indonesia, Indocater, dan Pangansari Utama
Pengamat Timur Tengah, Faisal Assegaf, berbagi pengalaman dramatisnya selama 100 jam ditahan oleh pasukan Kurdi di Suriah pada April 2025.
Pelatihan ini merupakan wadah bagi para anggota polri untuk meningkatkan kompetensi dan kemampuan dalam menjalankan tugas-tugas Humas Polri.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved