Kamis 29 Desember 2022, 21:00 WIB

Pengamat: Pembedaan Tarif KRL Bagi Orang Kaya Sulit Diimplementasikan

Ficky Ramadhan | Megapolitan
Pengamat: Pembedaan Tarif KRL Bagi Orang Kaya Sulit Diimplementasikan

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
KRL

 

KEMENTERIAN  Perhubungan (Kemenhub) berencana ingin mengubah mekanisme tarif KRL pada tahun 2023. Tarif tersebut nantinya akan dibedakan menjadi 2 bagian yaitu tarif subsidi untuk masyarakat kurang mampu dan tarif yang mahal untuk masyarakat yang mampu.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Institut Studi Transportasi Darmaningtyas menilai rencana tersebut akan sangat sulit diterapkan di lapangan nantinya.

Baca juga: Tinjau Jalur Puncak, Menko PMK dan Menhub Ingatkan Cuaca Ekstrem 

Ia juga mempertanyakan, bagaimana mengelompokan golongan yang mampu dan yang tidak mampu, serta siapa yang akan melakukan verifikasi dan bagaimana mekanisme verifikasi tersebut.

"Jadi gagasan membedakan tarif KRL berdasarkan kemampuan itu justru sangat sulit di implementasikan," ujar Darmaningtyas saat dihubungi Media Indonesia, Kamis (29/12).

Oleh sebab itu, ia mengusulkan agar kenaikan tarif tersebut dibuat secara merata. Dan untuk masyarakat yang kurang mampu dapat mengajukan permohonan subsidi yang basis datanya terdapat di Kementerian Sosial.

"Meskipun data tersebut tetap perlu diperbarui, namun mekanisme ini jauh lebih mudah untuk diverifikasinya," ucapnya.

Lebih lanjut, menurut Darmaningtyas, penyesuaian tarif KRL memang sudah harus dilakukan. Karena sejak tahun 2016, tarif KRL belum pernah mengalami penyesuaian. Sementara inflasi terus bertambah dan kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok juga telah naik berulang kali.

Ia melanjutkan, penyesuaian tarif tersebut juga tidak akan banyak memberatkan para pengguna KRL. menurutnya, hanya 10%-20% saja pengguna KRL yang mungkin akan keberatan dengan penyesuaian tarif tersebut, karena penyesuaiannya hanya Rp 2 ribu untuk 25 km pertama.

"Penumpang KRL di wilayah Jabodetabek sehari rata-rata sekarang mencapai 800 ribu-an, mungkin yang tidak mampu membayar kenaikan tarif sebesar Rp. 2 ribu itu hanya sekitar 10-20% saja," ujarnya. (OL-6)

Baca Juga

Medcom.id

Buang Sampah Sembarangan, 30 Orang Warga Depok Terancam Penjara 6 Bulan

👤Kisar Rajagukguk 🕔Jumat 03 Februari 2023, 23:43 WIB
Tiga puluh orang itu kemudian langsung di data. KTP mereka diambil untuk kepentingan persidangan di Pengadilan Negeri Kota...
Antara Foto/ Basri Marzuki

Rawan Kriminalitas dan Kecelakaan, Lampu PJU di Jalan Jambore Depok Segera Dipasang

👤Kisar Rajagukguk 🕔Jumat 03 Februari 2023, 23:22 WIB
Lokasinya dari pertigaan Jalan Transyogi-Perumahan Mahogany-Apartemen Transmart hingga SMPN...
MI/Andri Widiyanto.

Kurangi Polusi Udara, Disinsentif Tarif Parkir Berlaku di 11 Lokasi

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 03 Februari 2023, 22:34 WIB
Dishub DKI menerapkan kebijakan disinsentif kendaraan pribadi berupa pengendalian lalu lintas dengan sistem ganjil genap dan pengenaan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya