Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bekasi menganggap layanan jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) Kartu Sehat berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS-NIK) lebih efektif, efisien, dan maksimal. Hal ini diklaim dengan mempertimbangkan perhitungan biaya dan pelayanan.
“Kalau efisien secara global kita gambarkan peserta BPJS (Kesehatan) selalu bayar premi mau sakit atau tidak, tapi kalau KS-NIK dibayarkan hanya saat sakit,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati, Selasa (10/12).
Tanti menjelaskan, efisien yang dimaksud dalam lahanan KS-NIK adalah pemerintah hanya membayarkan biaya sesuai angka kunjungan sakit. Bahkan, dengan menggandeng rumah sakit swasta dalam pembiayaan, setiap tipe rumah sakit di wilayah Kota Bekasi wajib memberikan potongan harga layanan kelas III sesuai tipe rumah sakit mereka.
“Misalnya diskon kelas tiga untuk tipe rumah sakit B ini wajib memberikan diskon dalam bentuk CSR (Corporate Social Responsibility) sebesar 20%, tipe C 15%, dan tipe D 10%, ini juga efisien dalam pembiayaan KS-NIK,” jelas Tanti.
Selain itu, Tanti mengatakan, maksimal dalam layanan KS-NIK yang dimaksud adalah pemberian obat pada pasien bisa disesuaikan dengan indikasi medis pada kasus insidentil. Sehingga, pasien tidak melulu harus mendapatkan obat generik.
“Ini yang dimaksimalkan dalam pelayanan darurat dan kronis jadi mereka tidak harus dengan obat generic dan tidak dibatasi. Namun penggunaan obat bisa disesuaikan dengan kebutuhan penyakit,” lanjut Tanti.
Tujuan dari memaksimalkan layanan ini, kata dia, adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan. Selain itu, Pemerintan Kota Bekasi juga berusaha menurunkan angka kematian akibat keterlambatan pelayanan dan tidak maksimal memberikan pengobatan.
“Kalau di BPJS (Kesehatan) kan harus menggunakan obat generik dengan batas waktu, kalau di KS tidak bisa pakai obat lain dengan sesuai kebutuhan medis,” tandas dia.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota Bekasi masih enggan mengintegerasikan layanan Jamkesda dengan Jamkesnas dari Pemerintah Pusat. Sebab, anggaran untuk integerasi layanan dianggap kurang efisien.
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menjelaskan, dalam perhitungannya saat besaran Iuran BPJS Kesehatan masih di angka Rp23 ribu, pemerintah harus menyiapkan dana sebesar Rp580 miliar untuk meng-cover pembayaran Iuran.
Namun, pada 2020 saja pemerintah hanya menganggarkan sekitar Rp380 miliar untuk meng-cover biaya KS-NIK
“Kalau diintegerasikan antara KS-NIK dan BPJS Kesehatan itu bisa saja, tapi dengan iuran Rp23 ribu kita masih lost Rp200 miliar, lebih baik anggarannya buat bikin Puskesmas dalam satu tahun hanya habiskan sekitar Rp35 miliar,” tambah dia.(Gan/OL-09)
WALI Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono meninjau langsung lokasi banjir yang merendam permukiman warga di Gang Mawar, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Jumat (30/16).
Banjir kembali merendam Kota Bekasi akibat hujan deras dan luapan Kali Bekasi. BPBD mencatat 15 titik genangan di 7 kecamatan dengan air hingga 150 cm.
Sekolah Lansia KUN dihadirkan sebagai wadah pembelajaran bagi para lanjut usia agar tetap memiliki ruang untuk berkembang, beraktivitas, dan berperan aktif di tengah masyarakat
Sejumlah warga yang merupakan penghuni belasan rumah itu sempat terlibat bentrok dengan puluhan petugas gabungan yang dikerahkan.
Meski demikian, masyarakat tetap diperbolehkan merayakan malam tahun baru, tetapi dianjurkan tidak melakukannya secara berlebihan.
Dana yang digelontorkan untuk mendukung administrasi kesekretariatan hingga fasilitas kegiatan lingkungan itu langsung dikebut pencairannya oleh para ketua RW.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved