Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota Bandung terus menggandeng sejumlah elemen masyarakat untuk terlibat dalam pembangunan. Yang terbaru, komunitas Tionghoa, diajak membahas soal pengolahan sampah dan pembangunan trotoar tematik.
Rencananya trotoar tematik dibangun di Jalan Kelenteng. Pembangunan akan dimulai pada awal 2024. Saat ini, masih ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dengan matang, seperti penataan pedagang kaki lima dan kantong-kantong parkir.
"Kita harus saling melengkapi untuk membangun Kota Bandung yang sangat
heterogen. Pemkot akan membuat trotoar tematik dan membenahi
permasalahan sampah bersama Komunitas Tionghoa. Butuh kolaborasi dengan
masyarakat kelenteng di sana untuk beberapa wilayah yang tidak bisa
diintervensi pemkot," terang Penjabat Wali Kota Bandung Bambang
Tirtoyuliono saat bersama Komunitas Tionghoa, Jumat (1/12).
Menurut dia, dalam pembangunan di Jalan Kelenteng, PKL akan ditata dengan solusi terbaik, bukan diusir begitu saja. Pemkot juga perlu menyiapkan kantong-kantong parkir yang tepat, agar tidak terjadi kekumuhan, sehingga kunjungan wisata ke Jalan Klenteng ini bisa membuat nyaman.
Terkait trotoar tematik di Jalan Kelenteng, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung, Didi Ruswandi mengatakan, penataan trotoar di Jalan Kelenteng akan bertemakan aksen oriental. Ada tiang-tiang penerangan jalan umum yang memberikan aksen lebih kuat.
"Mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan PJU tema oriental akan
dipasang. Selain trotoar dan PJU, pemkot juga merekomendasikan agar toko-toko di sekitar Jalan Kelenteng dibuat dengan nuansa seragam," ujarnya.
Diupayakan toko-toko di Jalan Kelenteng, plang namanya menggunakan Bahasa Mandarin, tulisan latin dan Bahasa Indonesia. Jadi suasana oriental di sana akan lebih terasa. (SG)
Candi Muara Takus merupakan salah satu situs cagar budaya paling signifikan di Sumatra dengan nilai sejarah dan arkeologis yang sangat tinggi.
Direktur Utama PT AI Indonesia Sony Subrata meyakini bahwa teknologi AI dapat diterapkan secara nyata untuk memenuhi kebutuhan sektor pariwisata Indonesia.
INSTITUT Pariwisata (IP) Trisakti menyelenggarakan kegiatan International Guest Lecture dengan menghadirkan Ketua Otorita Administratif Khusus Oe-cusse Ambeno.
Istilah sustainable tourism kini mulai berevolusi menjadi regenerative hospitality, sebuah konsep di mana pelaku industri tidak hanya berusaha meminimalisasi dampak negatif,
Tren terbaru menunjukkan bahwa bagi Generasi Z, pengalaman kini menjadi faktor utama yang mendorong keputusan perjalanan, melampaui pertimbangan harga semata.
Pembangunan Bandara Internasional Chinchero di Peru menuai kontroversi. Mampukah infrastruktur ini menampung lonjakan wisatawan tanpa merusak kesucian Lembah Suci?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved