Minggu 23 Juli 2017, 00:31 WIB

Pulau Papan yang Mendunia

Taufan SP Bustan | Foto
Pulau Papan yang Mendunia

MI/Taufan SP Bustan

 

DARI Pulau Malenge, Kecamatan Talatako, Sulawesi Tengah, jembatan papan kayu itu terbentang sepanjang 1 kilometer di atas laut. Di ujung jembatan itu ada sebuah desa dengan rumah-rumah yang seolah mengambang damai di atas air.

Sama seperti jembatan, rumah-rumah itu juga terbuat dari papan kayu. Warna usang kayunya tidak ubahnya dengan bukit-bukit karang yang menyembul di balik atap rumah hingga membuat mereka jadi tampak seperti kumpulan karang besar.

Itulah Desa Pulau Papan yang didiami suku Bajo. Meski hingga sekarang nama besar suku ini masih identik dengan budaya sebagai penjelajah lautan, kini sebenarnya banyak pula anggota suku Bajo yang lebih memilih tinggal menetap.

Bagaimanapun, laut tetap menjadi bagian kuat dalam kehidupan mereka. Hingga tampaklah seperti yang ada di Pulau Papan.

Di tiap rumah, perahu yang terparkir ialah pemandangan yang tidak terpisahkan. Perahu bukan sekadar alat transportasi, melainkan juga menceritakan kehidupan yang bersumber dari laut bagi 200 kepala keluarga yang hidup di pulau ini.

Keunikan hidup suku Bajo pun menjadi daya tarik bagi wisatawan. Jembatan papan mereka menjadi akses yang membuat pulau mungil tersebut menjadi tempat favorit turis dalam ataupun luar negeri.

Mereka yang datang tidak akan sulit menemui keramahan warga. Bahkan anak-anak desa tidak sungkan mengajak Anda berkeliling hingga bermain di Puncak Batu Karang. Di titik tertinggi pulau itu, panorama desa hingga batas horizon terbentang indah.

Tidak mengherankan jika pesona pulau yang masuk Kabupaten Tojo Unauna ini telah mendunia. “Puncak wisatawan datang mulai Juli hingga Agustus. Mereka dari Eropa, Asia, dan beberapa benua lainnya. Sekarang ini hanya beberapa saja wisatawan dalam negeri dan luar negeri yang berkunjung,” sebut salah satu pemandu wisata Desa Pulau Papan, Abdul Qadri.

Kunjungan turis itu menjadi bukti tersendiri bahwa Pulau Papan yang memesona memang layak didatangi meski jaraknya terbilamg cukup jauh dari Palu. Berjarak 400 km dari ibu kota Sulawesi Tengah itu, perjalanan menuju Pulau Papan akan lebih singkat jika menggunakan pesawat dengan rute tujuan Kota Ampana. Dari situ pengunjung harus menumpangi kapal cepat, kapal feri, atau kapal penumpang kayu ke Pulau Desa Wakai yang setiap hari berangkat mulai pukul 10.00 hingga pukul 11.00 Wita. Setelah tiba di Desa Wakai, perjalanan dilanjutkan dengan menyewa jasa perahu nelayan atau speedboat langsung menuju Desa Pulau Malenge lalu ke Desa Pulau Papan yang jaraknya hanya 30 menit. (M-3)

Baca Juga

MI/Agus Mulyawan

Dalam Keikhlasan dan Kekhusyukan

👤Agus Mulyawan 🕔Minggu 22 Juli 2018, 00:00 WIB
SEPERTI tangan-tangan yang menggapai di pintu Kabah, begitulah perasaan jiwa ketika akhirnya bisa menatap Baitullah di akhir Juni lalu....
 MI/PANCA SYURKANI

Rusia yang Bersatu

👤FOTO DAN TEKS: MI/PANCA SYURKANI 🕔Minggu 13 Mei 2018, 01:05 WIB
JUTAAN warga mengular sepanjang 6 kilometer, melangkah perlahan menuju Lapangan Merah,...
MI/Tiyok

Dari Kos-kosan Menuju Pesantren

👤MI/Tiyok 🕔Sabtu 05 Mei 2018, 00:05 WIB
TERPIDANA kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (KTP-E), Setya Novanto alias Setnov, mulai Jumat (4/5) menjalani hukumannya di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya