Kamis 22 September 2022, 11:33 WIB

Kemenperin Targetkan Satu Juta Mobil Listrik Diproduksi di 2035

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Kemenperin Targetkan Satu Juta Mobil Listrik Diproduksi di 2035

Antara/Biro Pers Media Setpres/Agus Suparto
Ilustrasi

 

Sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2022, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendapat tugas untuk melakukan percepatan produksi berbagai jenis kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB), baik sepeda motor maupun kendaraan bermotor roda empat atau lebih. Kemenperin kemudian menargetkan satu juta mobil listrik dan 3,22 juta motor listrik di 2035.

"Target itu diharapkan menghemat penggunaan bahan bakar fosil dan menurunkan emisi CO2 hingga 4,6 juta ton untuk roda empat dan 1,4 juta ton CO2 untuk roda dua,” kata Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif dalam keterangan yang dikutip Kamis (22/9).

Febri berujar target tersebut lebih tinggi dari roadmap industri KBLBB di 2025, yang mana jumlah KBLBB di Indonesia diproyeksikan mencapai 400 ribu unit atau 25% dari total produksi kendaraan bermotor roda empat yang akan mencapai 1,6 juta unit.

Ia menambahkan, hingga saat ini, telah terdapat empat perusahaan bus listrik, tiga perusahaan mobil listrik, lalu 31 perusahaan roda dua dan roda tiga listrik dengan total investasi sebesar Rp1,872 triliun.

Kapasitas produksi kendaraan listrik per tahun di Indonesia saat ini tercatat mencapai 2.480 unit bis, 14.000 unit mobil listrik, serta 1,04 juta unit untuk kendaraan roda dua dan roda tiga listrik. “Dari 2017 sampai 2021, pendaftaran KBLBB di Kementerian Perhubungan selalu mengalami peningkatan tiap tahun. Terakhir di 2021 meningkat sebanyak 360% dari 2020,” klaimnya.

Selain itu, industri otomotif di Indonesia telah menyerap tenaga kerja langsung hingga 38 ribu orang, serta lebih dari 1,5 juta orang yang bekerja di sepanjang rantai nilai sektor tersebut, termasuk industri kecil dan menengah (IKM).

Febri menambahkan, tugas lain yang harus dijalankan oleh Kemenperin adalah memberikan dukungan teknis untuk pendalaman struktur industri KBLBB dalam negeri agar mampu memenuhi target capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Selanjutnya, melakukan percepatan pengembangan komponen utama dan komponen pendukung industri KBLBB. “Kami juga ditugaskan untuk melakukan percepatan produksi peralatan pengisian daya (charging station) dan komponen penunjang industri KBLBB,” jelasnya. (OL-12)

Baca Juga

Dok. ist

Pertamina EP Adera Field Sukses Temukan Gas dan Kondensat 615% dari Target

👤Media Indonesia.com 🕔Kamis 29 September 2022, 12:28 WIB
pengeboran sumur BNG-B1 juga diperkirakan menambah cadangan gas inplace Blok B Benuang sebesar 103,64 BSCF (miliar standar kaki kubik) dan...
dok. Modena Indonesia

Pembatalan Program Kompor Listrik Dinilai Sebagai Langkah Bijak

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 September 2022, 12:17 WIB
Kebijakan konversi ke kompor listrik yang diambil pemerintah sebenarnya merupakan salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan pada...
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Stok Aspal Melimpah tapi Impor, Presiden: Ini Apa-apaan?

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 29 September 2022, 12:14 WIB
"Kita ini impor kira-kira lima juta ton per tahun. Kita punya raw material tapi malah impor. Ini apa-apaan? Kesalahan-kesalahan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya