Riset Antropolog Evolusioner Ungkap Alasan Susahnya Turunkan Berat Badan


Penulis: Asha Bening Rembulan - 15 February 2026, 14:20 WIB
Freepik

OLAHRAGA sangat bermanfaat bagi kesehatan dalam banyak hal, tetapi ternyata tidak begitu efektif dalam menurunkan berat badan

Orang yang berolahraga lebih banyak membakar kalori ekstra, tetapi mereka tidak kehilangan berat badan sebanyak yang diharapkan berdasarkan jumlah kalori yang terbakar. 

Analisis terhadap empat belas uji coba pada manusia mengungkapkan fakta bahwa tubuh manusia mengompensasi dengan membakar lebih sedikit energi untuk hal-hal lain. 

Efek kompensasi ini lebih besar jika seseorang makan lebih sedikit dan berolahraga lebih banyak. Dengan kata lain, meskipun makan lebih sedikit akan menghasilkan penurunan berat badan, berolahraga saat diet tidak menghasilkan penurunan berat badan tambahan.

Meminjam metode yang dikembangkan oleh para ahli fisiologi yang mempelajari obesitas, Herman Pontzer, profesor antropologi evolusioner dan kesehatan global di Duke University, beserta rekan-rekannya secara sistematis mengukur total energi yang digunakan per hari oleh hewan dan manusia dari berbagai lapisan masyarakat. 

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa olahraga tidak membantu membakar lebih banyak energi secara rata-rata setelah disesuaikan dengan massa tubuh. 

Pontzer bersama dengan Dave Raichlen dan Brian Wood mempelajari pengeluaran energi Suku Hadza di Tanzania yang merupakan komunitas berburu dan meramu tradisional sehingga gaya hidup mereka sangat aktif secara fisik. 

Setiap individu Suku Hadza memiliki aktivitas yang lebih banyak dan beberapa membakar kalori 10% lebih banyak daripada rata-rata. Namun, ketika disesuaikan dengan massa tubuh tanpa lemak, baik laki-laki maupun perempuan Suku Hadza membakar jumlah energi per hari yang sama dengan rata-rata laki-laki dan perempuan di Amerika Serikat, Eropa, Rusia, serta Jepang.

“Kami melakukan teknik ‘air berlabel ganda’ yang memungkinkan kami untuk mengukur kalori yang terbakar dengan sangat tepat. Ini adalah pengukuran nyata pertama dan kami benar-benar terkejut. Meskipun mereka jauh lebih aktif secara fisik daripada kami, mereka tidak membakar lebih banyak kalori daripada kami,” jelas Pontzer dalam acara Siniar Colloquy.

Pontzer menjelaskan bahwa manusia terlalu fokus pada energi yang dikeluarkan untuk aktivitas fisik, terutama olahraga. Ketika kita sangat menyadari hal itu maka detak jantung meningkat dan kalori yang dibakar akan lebih tinggi saat berolahraga. 

Namun, bagi seseorang di Suku Hadza, sebagian besar kalori yang terbakar itu digunakan untuk hal-hal lain, seperti sistem kekebalan tubuh dan proses dasar homeostasis, menjaga sel tetap hidup, sistem reproduksi, dan sistem saraf.

“Jika hanya melihat penurunan berat badan maka ini hanyalah bukti tambahan bahwa olahraga saja adalah alat yang kurang efektif untuk menurunkan berat badan. Jika Anda benar-benar berusaha sekeras mungkin dan selama mungkin, Anda mungkin akan melihat penurunan berat badan setidaknya sampai tubuh Anda menyesuaikan diri,” tambahnya.

Namun, Pontzer tetap berpendapat bahwa olahraga sangat baik untuk tubuh karena dapat menurunkan tingkat peradangan, reaktivitas stres, dan mampu menyeimbangkan hormon reproduksi ke dalam kisaran yang lebih sehat. 

Dari hasil pengamatannya di Suku Hadza juga membawakan hasil bahwa masyarakat tradisional lebih sehat dibandingkan masyarakat modern. (New Scientist, Duke University Population Research Institute, Harvard Griffin GSAS/Z-1)