ISU “goreng saham” kembali menguat seiring sorotan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap transparansi pasar saham Indonesia. Lembaga penyusun indeks global itu menilai ada persoalan serius pada struktur kepemilikan saham dan validitas free float. Secara data, banyak emiten tampak likuid dengan free float besar, namun pada praktiknya likuiditas tersebut tidak sepenuhnya bisa diakses investor. Inilah yang memunculkan istilah “ramai di kertas, sepi di pasar” angka terlihat sehat, tetapi perdagangan riil rapuh.
Dampaknya terasa langsung ke IHSG dan arus modal asing yang keluar dari pasar. Di tengah gejolak tersebut, Direktur Utama BEI Iman Rachman mengundurkan diri pada Jumat 30 Januari 2026, disusul Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar serta dua pejabat tinggi OJK lainnya. Total empat pejabat kunci pasar modal mundur dalam satu hari, dengan alasan resmi tanggung jawab moral atas gejolak pasar saham.



