GUNUNGAN sampah di tempat pemrosesan akhir (TPA) dapat mencapai puluhan meter, bahkan setara gedung belasan lantai. Saat hujan deras, air meresap ke timbunan sehingga sampah menjadi lebih berat dan tidak stabil. Pembusukan sampah juga menghasilkan gas metana yang dapat menimbulkan tekanan di dalam tumpukan. Di sejumlah lokasi, pengelolaan masih menggunakan sistem open dumping, sehingga gunungan sampah terus meninggi dan rentan longsor.

Risiko meningkat karena banyak orang beraktivitas di sekitar TPA, seperti pemulung, sopir truk, dan pedagang. Saat longsor terjadi, timbunan sampah dapat bergerak cepat dan menimbun manusia maupun kendaraan. Tragedi serupa pernah terjadi di TPA Leuwigajah, Cimahi pada 2005 yang menewaskan 143 orang, serta beberapa insiden di tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, termasuk longsor pada Maret 2026 yang kembali memakan korban jiwa.