MEMASUKI hari ke-24, dinamika konflik mulai menunjukkan perubahan arah. Iran tampil semakin agresif dengan meluncurkan gelombang serangan rudal ke wilayah Israel, menyasar kota-kota strategis dan fasilitas vital. Intensitas serangan ini meningkat meski tekanan militer dari Amerika Serikat dan Israel masih berlangsung, menandakan upaya Teheran untuk mengambil alih momentum dan memperkuat posisi tawarnya di tengah eskalasi perang.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mulai menunjukkan pendekatan yang lebih hati-hati dengan menunda rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran. Langkah ini disebut sebagai upaya membuka ruang negosiasi, di tengah klaim adanya “pembicaraan produktif” antara kedua pihak. Sikap ini tak lepas dari risiko balasan Iran yang lebih luas, ancaman terhadap jalur energi global seperti Selat Hormuz, serta terbatasnya dukungan penuh dari sekutu internasional terhadap eskalasi lanjutan.