UPAYA Amerika Serikat menguasai Greenland telah berlangsung lebih dari 150 tahun. Sejak 1867–1868, AS melakukan survei sumber daya pulau tersebut dan mengajukan proposal pembelian yang ditolak Kongres. Pasca Perang Dunia II, pada 1946, AS menawarkan emas senilai US$100 juta untuk Greenland, namun ditolak tegas oleh Denmark. Sejak 1951, AS memperoleh hak membangun pangkalan militer di Greenland melalui operasi rahasia “Blue Jay”, menandai kehadiran militer permanen di wilayah tersebut.

Saat ini, Greenland merupakan wilayah semi otonom di bawah kedaulatan Kerajaan Denmark, dengan pemerintahan sendiri namun urusan pertahanan dan kebijakan luar negeri tetap dipegang Denmark. Bagi Donald Trump, Greenland dianggap kunci keamanan nasional Amerika Serikat. Pulau ini memiliki posisi strategis di Arktik, jalur penting antara Amerika Utara, Eropa, dan Rusia, serta lokasi ideal untuk memantau pergerakan Rusia dan Tiongkok, sekaligus menjadi garis depan sistem pertahanan rudal Arktik AS.