ANDRIE Yunus adalah Wakil Koordinator Eksternal KontraS, aktivis HAM dan alumni Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera (lulusan 2020, penerima beasiswa). Sebelumnya, ia bekerja sebagai advokat di LBH Jakarta dan memiliki lisensi dari PERADI. Dalam kariernya, Andrie aktif mengkritisi kebijakan keamanan dan militerisme, terlibat dalam aksi protes publik melalui Koalisi Masyarakat Sipil Reformasi Sektor Keamanan, serta pernah memprotes rapat tertutup DPR terkait revisi UU TNI (2025), meski tidak terkait langsung.

Selain itu, Andrie juga terlibat dalam investigasi pelanggaran HAM, menjadi anggota Komisi Pencari Fakta pasca kerusuhan Agustus–September 2025, dan berkontribusi pada laporan “Operasi Pembungkaman Kaum Muda Terbesar Sejak Reformasi” (Februari 2026), yang menyoroti pembunuhan Affan Kurniawan serta provokasi aparat dan pelibatan militer dalam demonstrasi. Sepanjang aktivitasnya, ia menghadapi berbagai bentuk intimidasi, termasuk teror telepon, penguntitan, kedatangan orang tak dikenal di kantor KontraS, narasi intimidasi di media sosial, hingga menjadi korban penyiraman air keras yang menimbulkan luka bakar serius.