KEMUNCULAN tiga sistem siklon secara bersamaan dipicu oleh kondisi laut di sekitar Indonesia yang sangat hangat, dengan suhu muka laut di atas 26 derajat Celsius. Letak Indonesia yang berada di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, dua wilayah aktif pembentukan siklon turut memperbesar dampaknya. Faktor pemanasan global mempercepat penguapan air laut dan pembentukan awan hujan ekstrem, yang kemudian diperkuat oleh aktivitas atmosfer skala besar seperti Madden Julian Oscillation (MJO).
Saat ini, BMKG memantau tiga sistem siklon aktif di sekitar Indonesia, yakni Bibit Siklon 93S di wilayah Bali, Nusa Tenggara, dan Jawa Timur, Bibit Siklon 95S di selatan Papua serta Siklon Tropis Bakung di Samudra Hindia barat daya Lampung. Keberadaan sistem ini meningkatkan risiko hujan sedang hingga lebat, angin kencang, dan gelombang laut tinggi, khususnya di perairan selatan Indonesia. Pemerintah dan pemda diimbau mengaktifkan posko siaga, menyiapkan jalur evakuasi dan logistik dasar, sementara masyarakat diminta membatasi perjalanan ke wilayah rawan.




