PALESTINA semakin mendapat sorotan dunia setelah kini 151 dari 193 negara anggota PBB atau sekitar 78% mengakuinya sebagai negara. Dukungan ini muncul di tengah kekecewaan atas konflik Israel–Hamas yang tak kunjung selesai. Namun, langkah ini menuai penolakan keras dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyebut pengakuan tersebut sebagai “hadiah bagi terorisme”.
Meski pengakuan negara bersifat simbolis, langkah ini tetap penting karena memberi bobot moral dan politik bagi Palestina di forum internasional. Kendati demikian, pengakuan ini belum otomatis menjadikan Palestina sebagai anggota penuh PBB karena masih harus melewati Dewan Keamanan yang berisiko menghadapi veto Amerika Serikat. Status Palestina pun serupa dengan negara lain seperti Kosovo atau Sahara Barat, yang mendapat legitimasi politik tetapi belum sepenuhnya berdaulat.




