Pentingnya Nutrisi sebagai Fondasi Pemulihan Pasien Kanker Anak


Penulis: Basuki Eka Purnama - 25 February 2026, 19:54 WIB
Freepik

DALAM rangka memperingati Hari Kanker Anak Sedunia, PT Kalbe Farma Tbk menekankan peran krusial pemenuhan nutrisi bagi pasien anak dengan kanker. Dukungan gizi yang optimal dinilai menjadi fondasi utama dalam menunjang keberhasilan terapi serta mempercepat proses pemulihan selama masa pengobatan.

Medical General Manager Kalbe, dr. Dedyanto Henky Saputra, menjelaskan bahwa kondisi tubuh yang kuat sangat diperlukan agar anak mampu menghadapi berbagai efek samping akibat kemoterapi. 

"Nutrisi menjadi fondasi penting dalam mendukung keberhasilan terapi kanker pada anak usia dini. Asupan gizi yang cukup membantu tubuh menghadapi efek samping kemoterapi dan menunjang pemulihan," ujar  Dedyanto dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (25/2).

Berdasarkan data Indonesian Pediatric Cancer Registry, tercatat sebanyak 3.834 kasus baru kanker anak terjadi sepanjang periode 2021 hingga 2022. 

Angka ini menegaskan bahwa kanker pada anak merupakan masalah kesehatan serius yang membutuhkan penanganan komprehensif, termasuk perhatian khusus pada status gizi pasien.

Terkait penyebab kanker pada anak, Dedyanto menegaskan bahwa kondisi ini umumnya berkaitan dengan perubahan genetik atau mutasi DNA, paparan polutan, serta pertumbuhan sel abnormal. 

Ia meluruskan persepsi di masyarakat bahwa kanker tidak semata-mata dipicu oleh makanan yang dikonsumsi anak. 

Namun, setelah diagnosis ditegakkan, status gizi menjadi sangat vital. Kekurangan gizi yang tidak ditangani dapat mengganggu kelancaran jadwal terapi karena kondisi fisik anak yang tidak cukup kuat.

Dalam dunia medis, kondisi kekurangan gizi sering ditandai dengan penurunan nafsu makan. 

Jika diabaikan, kondisi ini dapat berkembang menjadi malnutrisi yang lebih berat, bahkan cachexia, sebuah kondisi penurunan berat badan dan massa otot yang disertai gangguan metabolik. 

Oleh karena itu, Dedyanto menekankan pentingnya kolaborasi antara orangtua, dokter, dan ahli gizi agar risiko malnutrisi dapat dideteksi sejak dini.

Tantangan utama dalam pemenuhan nutrisi pada pasien anak adalah efek samping terapi, seperti mual, muntah, dan sariawan yang membuat anak kesulitan makan. 

Brand Owner Nutrican, Yulius Denis Chrismaaji, menyoroti kendala tersebut. "Umumnya kebutuhan nutrisi anak tidak terpenuhi karena anak kesulitan makan selama terapi, misalnya karena sariawan, mual, atau muntah," kata Yulius.

Sebagai solusi praktis, para ahli menyarankan pemberian makanan dalam porsi kecil namun memiliki kandungan gizi padat. 

Selain itu, dukungan nutrisi tambahan juga dapat dipertimbangkan jika asupan dari makanan biasa tidak mencukupi kebutuhan energi selama masa terapi. (Ant/Z-1)