Waspada Risiko Kesehatan di Balik Konsumsi Minuman Manis saat Ramadan


Penulis: Atalya Puspa     - 23 February 2026, 10:54 WIB
Freepik

PROFESOR Ilmu Gizi Pangan dari IPB University, Budi Setiawan, mengingatkan masyarakat untuk mengendalikan konsumsi minuman manis selama bulan Ramadan. Pasalnya, kebiasaan mengonsumsi minuman tinggi gula saat berbuka puasa berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan apabila tidak dikontrol.

Menurut Budi, terdapat kecenderungan masyarakat memilih makanan dan minuman manis saat berbuka puasa sebagai upaya mengembalikan kadar gula darah yang menurun setelah berpuasa seharian.

“Selain sebagai sumber energi, kecenderungan mengonsumsi makanan atau minuman manis saat berbuka bertujuan untuk segera mengembalikan kadar gula darah yang menurun selama berpuasa,” ujarnya, Senin (23/2). 

Ia menjelaskan, konsumsi makanan dan minuman manis juga dapat memicu rasa puas dan bahagia akibat meningkatnya produksi hormon serotonin yang dipengaruhi asupan karbohidrat dan gula.

Namun demikian, gula merupakan komponen pangan yang perlu dibatasi karena berada di puncak piramida gizi seimbang. 

Berdasarkan ketentuan konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL), batas konsumsi gula harian yang dianjurkan adalah 50 gram atau setara dengan empat sendok makan.

“Konsumsi apa pun kalau berlebihan tentu saja tidak baik, makanya pedomannya adalah gizi seimbang,” tegasnya.

Ia menilai, konsumsi minuman manis secara berlebihan, baik saat berbuka maupun sahur, tidak mendukung pemenuhan gizi seimbang. 

Kondisi perut yang cepat terasa penuh akibat minuman manis juga berpotensi mengurangi konsumsi makanan bergizi lain, seperti sayur, buah, dan sumber protein.

Lebih lanjut, asupan gula berlebih dapat meningkatkan risiko karies atau kerusakan gigi serta memicu kenaikan berat badan akibat kelebihan energi. 

Pada penderita diabetes mellitus, konsumsi gula berlebih juga dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah yang berisiko terhadap penyakit jantung, serta memicu gangguan pencernaan akibat meningkatnya asam lambung.

Sebagai alternatif, ia menyarankan masyarakat memilih minuman yang lebih sehat saat berbuka puasa, seperti air kelapa muda maupun jus buah dan sayur tanpa tambahan gula berlebih.

Ia juga merekomendasikan konsumsi buah manis alami, seperti kurma segar (ruthob) maupun kurma kering, dalam jumlah terbatas.

“Akan tetapi, tentu saja tidak boleh berlebihan, cukup satu atau tiga butir saja,” pungkasnya. (Z-1)