IRAN memiliki arsenal rudal balistik dan jelajah yang diklaim mampu menjangkau seluruh wilayah Israel, termasuk pusat-pusat kota dan instalasi strategis. Dalam beberapa konfrontasi sebelumnya, peluncuran rudal dari Teheran memicu sirene peringatan nasional di Israel serta pencegatan besar-besaran oleh sistem pertahanan udara. Meski demikian, pemerintah Iran menegaskan program rudalnya bersifat defensif dan bukan bagian yang dapat dinegosiasikan dalam tekanan diplomatik mana pun.

Di sisi lain, Israel mengandalkan sistem pertahanan udara berlapis yang terdiri dari Iron Dome untuk ancaman jarak pendek, David’s Sling untuk rudal jarak menengah dan jelajah, serta Arrow 2 dan Arrow 3 sebagai lapisan teratas guna mencegat rudal balistik jarak jauh. Sementara itu, strategi Iran berjalan di dua jalur tetap membuka ruang negosiasi dengan Amerika Serikat, namun bersamaan dengan itu menggelar latihan militer di Selat Hormuz, mempertahankan hak pengayaan uranium, dan memperingatkan siap merespons setiap tindakan militer terhadapnya.