PRESIDEN Venezuela NicolAs Maduro ditangkap pasukan Amerika Serikat dalam operasi militer di Caracas pada Sabtu 3 Januari 2026 dini hari. Operasi tersebut diawali serangan militer AS di wilayah Venezuela sebelum Maduro dan istrinya, Cilia Flores, diterbangkan ke Amerika Serikat. Pemerintah AS menuduh Maduro melindungi kartel narkoba dan bertanggung jawab atas ribuan kematian warga AS akibat peredaran narkoba ilegal, sekaligus menyebutnya sebagai pemimpin yang tidak sah. Namun, langkah ini langsung memicu kontroversi, terutama terkait dasar hukum penggunaan kekuatan militer di negara berdaulat.
Di dalam negeri AS, kewenangan menyatakan perang berada di tangan Kongres, sementara presiden memang bertindak sebagai panglima tertinggi. Meski begitu, operasi militer darat di negara lain umumnya memerlukan persetujuan Kongres. Dari perspektif hukum internasional, penggunaan kekuatan militer dilarang kecuali atas mandat Dewan Keamanan PBB atau untuk pembelaan diri dari serangan bersenjata. Perdagangan narkoba dan kejahatan geng dikategorikan sebagai kejahatan kriminal, bukan konflik bersenjata, sehingga menurut pakar hukum, dakwaan pidana tidak dapat dijadikan pembenaran atas intervensi militer lintas negara.




