RISIKO megaquake di Jepang meningkat seiring aktivitas lempeng yang kembali intensif setelah gempa M7,5 di Aomori. Jepang berada di pertemuan empat lempeng besar yaitu Pasifik, Filipina, Eurasia, dan Amerika Utara, yang menjadikannya salah satu wilayah paling aktif secara seismik di dunia. Tren historis menunjukkan pola serupa, di mana gempa raksasa kerap terjadi setelah gempa kuat pendahulu di wilayah yang sama. Hal ini diperberat dengan lokasi kejadian yang berada di jalur Japan Trench dan Chishima Trench, dua zona subduksi yang memiliki rekam jejak gempa raksasa, termasuk gempa M9,0 pada 2011.
Situasi ini mendorong pemerintah Jepang mengeluarkan megaquake advisory, tingkat kewaspadaan tertinggi sejak sistem tersebut diperkenalkan pada 2022. Peringatan ini mencakup 182 kota dan kabupaten dari Hokkaido hingga Chiba, membentang sekitar 1.300 kilometer sepanjang pesisir Pasifik. Luasnya cakupan membuat risiko meningkat secara regional, bukan hanya di titik pusat gempa. Badan Meteorologi Jepang (JMA) menilai kondisi saat ini sebagai “periode peningkatan risiko”, sehingga kewaspadaan publik menjadi kunci menghadapi potensi gempa besar.




