KEBAKARAN maut di kompleks Wang Fuk Court, Tai Po yang terdiri dari delapan blok hunian setinggi 31 lantai dan dihuni lebih dari 4.600 warga—menjadi tragedi terburuk Hong Kong sejak 1962. Tujuh dari delapan blok hangus dilalap api, menewaskan sedikitnya 55 orang, melukai puluhan lainnya, dan membuat 279 penduduk masih hilang, banyak di antaranya lansia. Skala kebakarannya luar biasa: api menjalar cepat dari bagian luar gedung, memanjat perancah bambu, dan menyelimuti bangunan hanya dalam hitungan jam.
Penyelidikan awal mengarah pada dugaan kelalaian dan korupsi dalam proyek renovasi yang tengah berlangsung. Polisi menangkap tiga pria—dua direktur dan satu konsultan teknik—atas tuduhan gross negligence karena diduga menggunakan material pelapis non-tahan api, termasuk polistirena di sekitar jendela. Banyak warga juga melaporkan alarm gedung tidak berbunyi saat kebakaran terjadi, membuat penghuni terjebak di unit mereka. Independent Commission Against Corruption (ICAC) membentuk task force khusus untuk mengusut potensi korupsi dalam kontrak renovasi dan pengadaan material, sementara otoritas keselamatan bangunan memeriksa kemungkinan pelanggaran standar keamanan.




