MESKI gencatan senjata telah berlangsung lebih dari sepekan, aksi provokatif Israel di Yerusalem masih berlanjut. Israel diketahui menggali terowongan di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa tanpa kajian ilmiah yang memadai. Aktivitas ini dikhawatirkan membuat tanah di bawah situs suci retak dan berpotensi menyebabkan sebagian bangunan runtuh. Selain itu, Israel juga membongkar bangunan milik warga Palestina untuk membuka jalan dan akses baru menuju pos pemeriksaan Hizma, melanggar status quo pengelolaan kawasan suci tersebut.
Sejumlah terowongan lama dan baru kini menghubungkan “Kota Daud” hingga ke bawah Al-Aqsa, dengan sebagian jalur air kuno diubah menjadi museum, sinagoge, dan rute wisata bagi pemukim Yahudi. Langkah ini diduga bagian dari upaya “Yahudisasi” Yerusalem dan penghapusan identitas Palestina. Masjid Al-Aqsa sendiri memiliki sensitivitas tinggi, karena menjadi situs tersuci ketiga umat Islam dan dipercaya umat Yahudi sebagai lokasi Kuil Pertama dan Kedua. Berdasarkan status quo 1967, Yordania menjadi penjaga resmi situs tersebut, namun pelanggaran oleh pasukan dan pemukim Israel terus terjadi hingga kini.




