RENCANA Amerika Serikat untuk memasok rudal jelajah Tomahawk ke Ukraina menjadi sorotan baru dalam dinamika perang dengan Rusia. Pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Gedung Putih pada Jumat (17/10) membahas potensi pengiriman senjata canggih ini sebuah langkah yang dinilai dapat mengubah keseimbangan kekuatan di medan perang. Dengan jangkauan hingga 2.400 km dan kemampuan terbang rendah yang sulit dideteksi radar, Tomahawk mampu menyerang target strategis jauh di dalam wilayah Rusia.
Namun, langkah ini juga memunculkan tantangan besar. Ukraina belum memiliki sistem peluncur yang kompatibel, sementara versi darat dari Tomahawk masih terbatas di Amerika Serikat. Rusia pun memperingatkan bahwa pengiriman Tomahawk akan menjadi “tahap eskalasi baru” dalam perang, memicu kekhawatiran akan perluasan konflik. Meski begitu, bagi Ukraina, Tomahawk bukan sekadar senjata—melainkan peluang untuk memperkuat posisi tawar di meja negosiasi perdamaian.




