ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mencatat perubahan besar dalam pola konsumsi nikotin global. Jumlah pengguna tembakau turun signifikan dari 1,38 miliar pada tahun 2000 menjadi 1,2 miliar pada 2024. Meski demikian, tren ini diikuti lonjakan tajam penggunaan rokok elektrik atau vape. WHO memperkirakan lebih dari 100 juta orang di dunia kini menggunakan vape, dengan 86 juta di antaranya merupakan pengguna dewasa, mayoritas berasal dari negara berpenghasilan tinggi. Bahkan, sekitar 15 juta remaja berusia 13–15 tahun dilaporkan sudah menjadi pengguna vape, menandakan pergeseran adiksi nikotin ke generasi muda.

Indonesia menjadi sorotan karena mencatat persentase pengguna vape tertinggi di dunia, mencapai 25%, jauh melampaui Swiss (16%), Amerika Serikat (15%), dan Inggris (13%). Menanggapi tren ini, pemerintah tengah mengkaji penyesuaian tarif cukai dan PPN untuk produk vape serta memperkuat regulasi pengendalian tembakau. Selain itu, kampanye nasional “Generasi Tanpa Nikotin 2045” digalakkan untuk menekan adiksi nikotin di kalangan remaja dan melindungi generasi masa depan.