Cesc Fabregas Bangga Como Tahan Imbang Inter Milan di Coppa Italia
PELATIH Como, Cesc Fabregas, mengaku bangga dengan performa anak asuhnya setelah menahan imbang Inter Milan 0-0 pada leg pertama semifinal Coppa Italia di Stadion Sinigaglia. Meski laga berakhir tanpa gol, Fabregas meyakini timnya menunjukkan kualitas yang layak untuk meraih kemenangan atas dominator Serie A tersebut.
Dalam laga yang berlangsung sengit, kedua pelatih menerapkan taktik yang mengejutkan. Fabregas memilih menempatkan Nico Paz sebagai False 9, sementara Inter Milan asuhan Cristian Chivu tampil lebih defensif dari biasanya untuk meredam kekuatan tuan rumah.
"Hasilnya adalah apa adanya. Secara keseluruhan, saya merasa mungkin kami layak mencetak satu gol, atau setidaknya lebih dekat untuk mencetaknya," ujar Fabregas kepada Sport Mediaset.
Taktik "Catur" Melawan Dominasi Inter
Fabregas menggambarkan pertandingan tersebut sebagai laga yang sangat taktis. Ia menyoroti bagaimana Inter Milan, yang biasanya mendominasi liga, justru dibuat kesulitan mengembangkan permainan dan hanya mencatatkan satu tembakan tepat sasaran.
"Itu adalah permainan catur, sangat taktis, di mana melawan tim paling dominan di Serie A, kami memainkan permainan yang kami inginkan. Kami solid, memiliki dua atau tiga peluang yang sangat bagus," ungkap mantan bintang Arsenal tersebut.
Salah satu peluang emas yang disesali Fabregas adalah kegagalan Alex Valle mencetak gol dari jarak dekat. "Bersama Alex Valle, tampaknya lebih sulit untuk meleset daripada mencetak gol, tetapi hal-hal seperti itu biasa terjadi. Ini meninggalkan sedikit rasa pahit di mulut kami, karena kami merasa setidaknya bisa menang 1-0."
Menepis Kritik dan Fokus pada "Proyek Impian"
Menanggapi kritik yang sempat menerpa timnya, terutama setelah kekalahan 4-0 dari Inter di liga Desember lalu, Fabregas menegaskan dirinya tidak mencari pembuktian diri atau aksi balas dendam.
"Tidak, balas dendam adalah untuk pecundang. Ada orang-orang yang menunggu tiga atau enam bulan agar Anda terpeleset, mereka melompat dari tempat tidur dan tidak sabar untuk menyerang Anda. Namun, orang-orang cerdas, mereka yang lapar dan bersemangat untuk belajar, kami rendah hati dan terbuka untuk mendengarkan pendapat orang lain," tegasnya.
Fabregas juga merefleksikan perjalanan luar biasa Como yang hanya dalam dua tahun bertransformasi dari tim Serie B menjadi semifinalis Coppa Italia. Ia mengakui bahwa proyek jangka panjang klub ini memiliki visi yang besar.
"Saya tidak bisa berbohong bahwa impian kami adalah untuk terus tumbuh, dan mungkin ketika kami sudah lebih siap, untuk menantang sesuatu yang lebih. Kita harus tidak pernah lupa dari mana kita berasal, karena ini baru dua tahun dari proyek ini, dan kami perlahan-lahan menaikkan standar," pungkas Fabregas.
Penentuan siapa yang akan melangkah ke babak final akan diputuskan pada leg kedua di San Siro, yang dijadwalkan berlangsung pada 21 atau 22 April mendatang. (Football-Italia/Z-2)