Jumpa Manchester City, Misi Balas Dendam dan Ambisi 33 Tahun Arsenal


Penulis:  Irvan Sihombing - 05 February 2026, 15:16 WIB
Arsenal.com

FINAL Piala Liga Inggris 2025/2026 bukan sekadar perebutan trofi biasa. Pertemuan antara Arsenal dan Manchester City di partai puncak kali ini membangkitkan kembali memori pahit bagi publik London Utara, sekaligus menjadi panggung besar untuk mengakhiri dahaga sejarah yang telah berlangsung selama tiga dekade.

Laga ini merupakan ulangan final musim 2017/2018. Kala itu, kedua tim juga bertemu di Stadion Wembley untuk memperebutkan gelar yang sama. Namun, bagi Arsenal, momen tersebut menyisakan luka setelah Manchester City tampil dominan dan menghancurkan harapan mereka dengan kemenangan telak 3-0. 

Kini, di bawah asuhan Mikel Arteta, Arsenal memiliki kesempatan emas untuk menghapus bayang-bayang kegagalan tersebut dan membalaskan kekalahan dari rival terkuat mereka.

Lebih dari sekadar balas dendam, Arsenal mengusung misi besar untuk membawa pulang trofi Piala Liga ke lemari juara mereka. Sudah 33 tahun berlalu sejak terakhir kali The Gunners mengangkat trofi ini pada musim 1992/1993, saat mereka menumbangkan Sheffield Wednesday dengan skor 2-1. 

Di semifinal, Arsenal sukses mengalahkan Chelsea. Bagi Chelsea, kekalahan itu menjadi pukulan tersendiri. Pelatih Liam Rosenior mengakui timnya sudah berusaha menguasai permainan, tetapi gagal menemukan momen krusial untuk mengubah keadaan.

“Arsenal tahu mereka berada dalam pertandingan yang sulit. Kami menguasai area yang kami inginkan di babak kedua, tetapi tidak mendapatkan momen kualitas yang kami butuhkan,” kata Rosenior. 

Rentang waktu yang sangat panjang bagi klub sebesar Arsenal untuk tidak memenangi kompetisi ini, menjadikan final tahun ini sebagai salah satu laga paling emosional bagi para pendukung.

Di sisi lain, Manchester City tetap berdiri kokoh sebagai rintangan terbesar bagi ambisi Arsenal. Dominasi skuat asuhan Pep Guardiola di kompetisi domestik dalam satu dekade terakhir menjadikan mereka ujian mental yang sesungguhnya. 

Bagi Arsenal, menaklukkan City di partai puncak bukan sekadar soal mengangkat trofi, melainkan pembuktian bahwa mereka telah siap untuk kembali mendominasi kancah sepak bola Inggris dan mencetak sejarah baru di era modern.

“Kami tahu laga ini akan menjadi pertarungan berat. Ketahanan tim dan kejelasan dalam memahami permainan yang harus dijalani menjadi kunci, dan para pemain menjalankannya dengan sangat baik,” kata Arteta. (Ant/I-1)