Usai Diserang Israel, TNI Tegaskan Misi Perdamaian di Libanon Jalan Terus


Penulis: Cahya Mulyana - 30 March 2026, 17:21 WIB
Aljazeera

KEPALA Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah memastikan pihaknya akan terus menjalankan misi perdamaian di Libanon walaupun prajuritnya terkena serangan artileri.

"TNI menegaskan komitmennya untuk melaksanakan tugas sebagai bagian dari misi perdamaian dunia di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara profesional dan penuh tanggung jawab, dengan tetap mengutamakan keselamatan prajurit," kata Aulia saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Senin (30/3). 

Dia mengatakan penugasan misi perdamaian merupakan bagian dari tugas TNI dalam menjalankan amanat negara menciptakan perdamaian dunia, sesuai dengan pembukaan UUD 1945.

Kendati demikian, Aulia memastikan TNI tidak akan lepas tangan terhadap keselamatan prajuritnya di Libanon.

TNI meminta prajurit untuk meningkatkan kewaspadaan operasi dalam bertugas, sesuai dengan standar yang telah ditetapkan PBB.

Sambil menjalankan tugas, TNI juga akan terus memantau situasi di Libanon untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya.

"TNI juga terus memonitor perkembangan situasi di lapangan serta menyiapkan langkah-langkah kontingensi sesuai dinamika di daerah penugasan Libanon," ucap dia.

Untuk diketahui, satu orang prajurit TNI dinyatakan gugur dan tiga prajurit lain mengalami luka-luka karena terkena serangan artileri saat menjalankan misi perdamaian di Libanon, Minggu (29/3).

Aulia menjelaskan serangan itu bermula dari meningkatnya eskalasi konflik di wilayah Libanon, terutama Libanon Selatan.

Peningkatan eskalasi konflik tersebut memicu terjadinya beberapa serangan, salah satunya mengarah ke wilayah tempat kontingen prajurit Indonesia yakni di Kota Adshit al-Qusyar di Libanon Selatan, Minggu (29/3).

Prajurit yang gugur akibat serangan tersebut bernama Praka Farizal Rhomadhon. Sedangkan tiga prajurit lain yang mengalami luka, yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan.

"Prajurit yang gugur saat ini disemayamkan di East Sector Headquaters (HQ) dan dalam penyelesaian administrasi pemulangan ke Indonesia dengan dibantu oleh pihak KBRI Beirut," kata Aulia.

"Praka Rico Pramudia mengalami luka berat serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis," lanjutnya.

Aulia sendiri hingga saat ini belum bisa menjelaskan siapa otak penyerangan tersebut dan apa motifnya.

"Insiden terjadi di tengah saling serang artileri dan hingga saat ini belum dapat dipastikan pihak yang secara langsung menyebabkan kejadian tersebut. Proses investigasi masih dilakukan oleh UNIFIL," jelas dia. (Ant/P-3)