Rachmat Gobel: Pernyataan Bahlil soal Stok BBM Bentuk Keterbukaan Publik


Penulis: Ihfa Firdausya - 07 March 2026, 17:40 WIB
Dok. Antara

ANGGOTA Komisi VI DPR RI Rachmat Gobel turut menyikapi pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil lahadalia terkait stok bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri hanya untuk 21 hari. Pernyataan Bahlil terkait cadangan BBM nasional tersebut sempat memicu kekhawatiran masyarakat.

Menurut Gobel, pernyataan Menteri ESDM itu merupakan sebuah bentuk keterbukaan dari pemerintah akan mengenai kondisi cadangan energi nasional. Hal itu menurutnya sangat penting untuk membangun kepercayaan publik, sekaligus momen pembelajaran bagi pemerintah dan masyarakat.

“Kita harus terbuka kepada masyarakat mengenai kondisi yang ada. Di saat yang sama, masyarakat juga perlu diajak untuk menyikapi situasi ini dengan bijak, misalnya dengan mulai berhemat dalam penggunaan energi,” ujar Gobel dalam keterangannya, Sabtu (7/3).

Menurut Politisi dari Fraksi Partai NasDem ini, konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, termasuk ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, memunculkan berbagai kekhawatiran terkait stabilitas pasokan energi global, baik minyak, gas, maupun listrik.

Namun, katanya, hal ini menjadi momentum pembelajaran bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sistem ketahanan energi nasional ke depan. Termasuk mengambil berbagai langkah strategis lainnya untuk menyiasati kondisi yang ada.

“Yang paling penting, menurut saya adalah pemerintah, termasuk PLN dan Pertamina, harus mengambil langkah strategis. Ini menjadi pengalaman penting bagi kita untuk melihat apa yang masih kurang dan apa pekerjaan rumah yang harus segera kita selesaikan,” tegas politisi asal Gorontalo itu.

Menurutnya, salah satu pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan adalah percepatan investasi di sektor energi, khususnya pada sektor pengolahan energi seperti kilang (refinery) dan pengembangan energi baru terbarukan. Gobel menilai pemerintah perlu menciptakan iklim investasi yang kondusif agar berbagai proyek strategis di sektor energi dapat berjalan lebih cepat.

Selain harus lebih bijak dan menghemat dalam penggunaan energi, Gobel berharap masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying BBM. Sikap demikian, menurutnya, justru akan memperburuk kondisi yang ada.

“Dalam hal Ini perlu edukasi tidak hanya dari pemerintah, namun juga seluruh elemen bangsa kepada masyarakat untuk tidak panic buying dengan melakukan pembelian berlebih atau bahkan penimbunan BBM yang justru akan memperparah kondisi di lapangan,” katanya.

“Sekali lagi ini pembelajaran bagi kita semua. Sebagai negara besar, kita harus memperkuat sistem energi kita agar lebih tangguh dan tidak mudah terpengaruh oleh dinamika global,” pungkasnya.  (H-3)