Terungkap! Identitas Penembak Pesawat Hercules di Yahukimo, Satgas Damai Cartenz Beri Penjelasan
SATGAS Operasi Damai Cartenz 2026 berhasil mengungkap identitas dan peran spesifik sejumlah anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang terlibat dalam berbagai aksi teror di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Salah satu temuan utama adalah keterlibatan Meno Kogoya dalam aksi penembakan pesawat Hercules di Bandara Nop Goliat Dekai pada Januari 2026 lalu.
Pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan penyidikan intensif terhadap sejumlah anggota kelompok bersenjata yang berhasil diamankan aparat gabungan dalam sepekan terakhir.
"Kami berhasil mengidentifikasi nama-nama baru dan peran spesifik para pelaku dalam berbagai aksi kekerasan sejak 2023 hingga awal 2026," ujar Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo, dalam keterangan resminya, Senin (2/3).
Daftar 4 Pelaku Utama dan Rekam Jejak Kejahatannya
Berdasarkan bukti-bukti yang dikumpulkan, aparat membeberkan empat nama utama yang menjadi dalang serangkaian kekerasan bersenjata di wilayah Yahukimo:
- Meno Kogoya: Terlibat dalam penembakan pesawat Hercules (14 Januari 2026), penembakan mobil Hilux Armor, mobil Avanza, hingga pembunuhan dua pendulang emas pada September 2025.
- Kotor Payage (alias Kotoran Giban): Diduga terlibat dalam penembakan prajurit TNI Serka Segar Mulyana, penembakan truk box di Logpon, serta ikut serta dalam serangan pesawat Hercules. Proses hukumnya kini dialihkan ke Polda Papua.
- Homi Heluka: Memiliki catatan kriminal panjang mulai dari pembakaran mobil polisi (2023), pembunuhan di Kali Silet, hingga penembakan sopir truk di Jalan Logpon pada Februari 2026.
- Enage Heluka: Berperan dalam memproduksi dokumentasi video pernyataan pasca-aksi penembakan sebagai alat propaganda kelompok tersebut.
Antisipasi Propaganda di Media Sosial
Selain tindakan fisik di lapangan, aparat kini menyoroti aktivitas kelompok kriminal politik yang kerap menggunakan media sosial untuk menyebarkan narasi kekerasan. Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Adarma Sinaga, menegaskan bahwa tim siber tengah melakukan profiling mendalam.
"Kelompok ini mendokumentasikan aksi mereka untuk menyebarkan ketakutan. Kami akan mengambil langkah hukum tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam narasi tersebut," jelas Adarma.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Faizal Ramadhani, memastikan penegakan hukum akan terus dilakukan secara profesional dan berbasis bukti untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat Yahukimo.
"Kami berkomitmen menuntaskan setiap kasus kekerasan. Penegakan hukum dilakukan secara terukur guna menjamin stabilitas keamanan di wilayah Papua Pegunungan tetap kondusif," tegas Faizal.
Saat ini, patroli di titik-titik rawan sekitar Yahukimo terus ditingkatkan untuk mencegah eskalasi kekerasan susulan dari kelompok bersenjata tersebut. (Z-10)