Tanjungpinang Menanti Hujan, Warga Gelar Salat Istisqa


Penulis:  Hendri Kremer - 30 March 2026, 14:45 WIB
MI/HENDRI KREMER

WARGA Tanjungpinang, Kepulauan Riau, menggelar salat istisqa sebagai bentuk ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah kondisi cuaca yang kering dalam beberapa waktu terakhir.

Salat istisqa tersebut dilaksanakan secara berjamaah dan diikuti oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Kegiatan ini menjadi wujud harapan warga agar hujan segera turun, mengingat pasokan air bersih di sejumlah wilayah mulai berkurang.

Dalam beberapa pekan terakhir, wilayah Tanjungpinang dan sekitarnya memang jarang diguyur hujan. Kondisi ini berdampak pada kebutuhan air masyarakat, terutama bagi warga yang bergantung pada sumber air tadah hujan.

Selain untuk memenuhi kebutuhan air bersih, hujan juga diharapkan dapat membantu menjaga kesejukan lingkungan serta mendukung aktivitas pertanian masyarakat di wilayah sekitar.

Di tengah harapan tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian wilayah Kepulauan Riau berpotensi mengalami hujan ringan pada Senin (30/3).

Berdasarkan data Stasiun Meteorologi Hang Nadim, wilayah Batam, Tanjungpinang, dan Bintan diprediksi akan mengalami hujan ringan pada siang hari. Namun, hujan yang terjadi diperkirakan bersifat lokal dan tidak merata.

Sementara itu, wilayah lain seperti Karimun, Lingga, Natuna, dan Kepulauan Anambas umumnya diprakirakan berada dalam kondisi berawan hingga cerah berawan sepanjang hari.

BMKG menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh rendahnya kelembapan udara di lapisan atas serta kecepatan angin yang cukup kuat, sehingga pembentukan awan hujan kurang maksimal.

“Kondisi ini menyebabkan hujan yang turun cenderung ringan dan bersifat lokal,” demikian penjelasan BMKG, Senin (30/3).

Adapun suhu udara di wilayah Kepulauan Riau berkisar antara 24 hingga 33 derajat Celsius, dengan kelembapan yang bervariasi.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu, serta menghemat penggunaan air di tengah kondisi cuaca yang belum menentu.

Dengan adanya potensi hujan meski masih terbatas, warga Tanjungpinang berharap langit segera menurunkan hujan yang lebih merata, sehingga kebutuhan air dapat kembali tercukupi dan aktivitas masyarakat berjalan normal. (H-2)