Legislator Ajak Kaum Milenial Terus Asah Intelektualitas Hadapi Persaingan Global
LEGISLATOR Anggota Komisi X DPR RI, Agung Widyantoro, mengajak kaum milenial khususnya mahasiswa, untuk terus mengasah kemampuan intelektualitas dalam menghadapi persaingan global yang semakin banyak tantangan. Jika tidak, Indonesia akan terus ketinggalan dengan negara-negara maju bahkan negara berkenbang lainnya di tingkat regional.
Hal itu disampaikan Agung, usai menghadiri Halal Bi Halal yang digelar Kesatuan Pemuda, Mahasiswa dan Pelajar Brebes (KPMDB), di rumah kediaman Agung di Jl. Pangeran Diponegoro, Brebes, Sabtu (28/3/2026).
"Persaingan antarnegara terutama di tingkat global semakin seru. Kaum muda terutama mahasiswa harus terus mengasah intelektualitas mereka untuk menghadapi persaingan global dan juga regional yang semakin seru," ujar Agung.
Agung, legislator yang mewakili masyarakat di Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, dan Kota Tegal ini berharap pascalebaran tahun ini menjadi sarana untuk membersihkan diri dan mempererat tali persaudaraan antarsesama warga di wilayah "Pantura Barat", tak terkecuali para mahasiswanya.
"Kita ingin acara kumpul-kumpul seperti ini tidak hanya dilakukan saat momen Lebaran seperti Halal Bi Halal ini. Kita terbuka untuk rekan-rekan mahasiswa, yang mau ketemu saya di Jakarta juga bisa, kapan saja," ucap Agung.
Dalam Halal Bi Halal yang dihadiri seratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi (PT) di seluruh Indonesia ini, sekaligus juga dihelat diskusi dengan nara sumber Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ, Makmun Murod Al Barbasy, Perencana Ahli Bappenas, Supriyadi, dan Budayawan Pantura, Atmo Tan Sidik.
Makmun Murod mengingatkan kaum muda terutama mahasiswa untuk tidak alergi dengan politik. Sebab kalau mahasiswa buta politik akan tidak bisa ikut berpartisipasi dalam upaya memajukan bangsa ini.
"Karena dalam kenyataannya semua aspek dalam kehidupan berbangsa adan bernegara ini, kita tidak bisa lepas dengan dunia politik. Ini suka tidak suka," terang Makmun Murod.
Senada dengan Agung Widyantoro, Supriyadi juga menekankan jika kaum muda khususnya mahasiswa harus terus mengasah kemampuan intelektualitas mereka dalam menghadapi kemajuan teknologi yang semakin canggih.
"Kalau kaum muda dan mahasiswa tidak terus mengasah kemampuan intelektualitas mereka, akan tidak bisa survival dengan lingkungan baik ekosistem politik, ekonomi dan sosial," jelas Supriyadi.
Budayawan Pantura, Atmo Tan Sidik, menyampaikan Halal Bi Halal bagi mahasiswa yang notabene merantau di berbagai kota dalam momen masih dalam suasana Lebaran ini, sangat diperlukan. Bahkan kumpul-kumpul seperti ini tidak harus dilakukan saat amomen Lebaran.
"Mereka para mahasiswa yang merantau di berbagai ota di Indonesia ini, tentu rindu pulang kampung tidak sekadar bersilaturahmi antarsaudara dan teman-seman sesama mahasiswa. Mereka juga merindukan makanan khas atau kuliner khas daerah Brebes sendiri yang mungkin selama di perantauan saangat jarang mereka nikmati," ujar Atmo tan Sidik.
Momen Halal bi Halal Kesatuan Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Brebes (KPMDB) ini, juga dimeriahkan dengan tampilnya komikus atau komedian yang sedang menanjak namanya, M. Fadholi, yang mampu mengocok perut peserta Halal Bi Halal. (H-2)