Malam Ini Diprediksi Puncak Arus Mudik Gelombang Pertama di Jawa Tengah
MALAM ini, Sabtu (14/3) diprediksi menjadi puncak arus mudik gelombang pertama untuk wilayah Jawa Tengah. Hingga memasuki H-7 arus mudik Lebaran sudah ratusan ribu kendaraan pemudik masuk ke Jawa Tengah, baik itu melalui ruas Jalan Tol Trans Jawa maupun jalan nasional Pantura dan Pansela.
Pemantauan Media Indonesia, Sabtu (14/3) sejak dini hari ribuan kendaraan pemudik Lebaran masuk ke Jawa Tengah melalui jalur Pantura, Pansela dan Tol Trans Jawa Penjagan-Pemalang-Batang-Semarang.
Di ruas Jalur Pantura hingga jelang siang, kendaraan pemudik Lebaran diwarnai oleh sepeda motor dan kendaraan pribadi. Meskipun masih berlangsung lancar, namun kepadatan lalu lintas terlihat di sejumlah titik seperti Pasar Tosari (Brebes), Simpang Klonengan (Tegal), pasar Wiradesa (Pekalongan), Simpang Posis (Kota Pekalongan) Pasar Weleri (Kendal), Mangkang dan Krapyak (Kota Semarang), serta Bawen (Kabupaten Semarang.
Meningkat hingga 100%
Peningkatan jumlah kendaraan melintas hingga 100% dari sebelumnya juga terlihat di sejumlah ruas jalur alternatif dari Tegal-Purwokerto, Pemalang-Purbalingga, Weleri (Kendal)-Parakan (Temanggung), Gunungpati-Ungaran, Tuntang (Semarang)-Godong (Grobogan), Sumowono (Kabupaten Semarang)-Kaloran (Temanggung), dan Sumowono-Boja (Kendal).
"Sejak pagi kondisi jalan di Jawa Tengah mulai meningkat dibandingkan sebelumnya dan diwarnai kendaraan pemudik roda dua dan empat (pribadi)," ujar Singgih, pemilik warung di Jalur Pantura, Tulis, Kabupaten Batang.
Hal serupa juga diungkapkan Wahyuni, pemilik warung makan di Jalur Pantura Sentono, Kota Pekalongan. Ia mengatakan jumlah kendaraan melintas, terutama dari arah barat (Jakarta) dari sebelumnya. Bahkan jelang waktu sahur banyak yang berhenti mampir di sejumlah warung sepanjang jalur tersebut.
Mudik Lebih Awal Menghindari Macet
Seorang pemudik dari Bekasi tujuan Semarang Rifki, 50, mengatakan sengaja pulang ke rumah keluarga istri lebih awal karena anak-anak sudah mulai liburan sekolah dan agar dapat lebih lama berkumpul dengan keluarga.
"Kalau mudiknya nanti-nanti khawatir jalan padat dan macet," tambahnya.
Pemudik lain Riyanto, 45, mengaku berangkat dari Jakarta seusai buka puasa. Saat dini hari, ia sudah masuk ke wilayah Gringsing, Kabupaten Batang. Ia pun menilai perjalanan cukup lancar, baik saat di tol maupun keluar di exit Pekalongan dan Semarang karena ingin mampir membeli oleh-oleh untuk keluarga di Kudus.
Meningkat Sejak H-10
Peningkatan jumlah kendaraan mudik lebaran di ruas Jalan Tol Trans Jawa terjadi sejak H-10 Rabu (11/3) Lebaran bahkan terus meningkat setiap hari. Puncak arus mudik gelombang pertama diprediksi terjadi malam ini Sabtu (14/3) dengan jumlah kendaraan melintas dapat mencapai dua kali lipat dibandingkan sebelumnya.
Asisten Manajer Lalulintas PT Pemalang Batang Tol Road (PBTR) Nur Adzani Fajar mengatakan peningkatan jumlah kendaraan melintas di ruas tol ini sudah terasa sejak H-10 lebaran yakni mencapai 23.000 unit kendaraan. Kemudian pada H-9 Kamis (12/3) meningkat kembali menjadi 26.000 unit kendaraan.
"Untuk H-8 atau Jumat (13/3) masih kita lakukan rekapitulasi, sedangkan Sabtu (14/3) masih berjalan dan terpantau lebih meningkat dibanding sebelumnya, bagian diprediksikan akan melonjak pada maiam ini," ujar Nur Adzani Fajar.
Menghadapi lonjakan arus kendaraan melintas di ruas tol ini, lanjut Nur Adzani Fajar, berbagai persiapan telah dilakukan dari mulai kesiagaan petugas hingga koordinasi dengan instansi terkait terutama kepolisian terutana saat menghadapi lonjakan besar hingga memerlukan pengalihan.
Menurut Nur Adzani Fajar selain mulai dilakukan kebijakan one way nasional maupun regional di ruas tol Trans Jawa mulai Jakarta hingga Kalikangkung (Semarang), kebijakan diskon hingga 23% tarif tol diharapkan dapat memberikan stimulus terhadap para pemudik yang memanfaatkan tol guna mengurangi kepadatan di jalur Pantura.
Hal serupa juga diungkapkan Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang Nasrullah. Guna mengantisipasi lonjakan arus mudik Lebaran tahun ini, seluruh gerbang tol Kalikangkung Kota Semarang dibuka seluruhnya.
"Sebanyak 20 gerbang tol kita buka untuk memperlancar arus kendaraan," imbuhnya.
Selain memberikan diskon khusus, demikian Nasrullah, bagi kendaraan yang melintas langsung dari Gerbang Tol Cikampek Utama menuju Gerbang Tol Kalikangkung pada periode arus mudik, juga disiapkan puluhan unit mobile reader sebagai langkah teknis untuk meminimalkan antrean di gerbang tol. (AS/E-4)