Waspada, Ini Titik Rawan Macet hingga Rawan Longsor Jalur Mudik di Jawa Tengah
MENGHADAPI arus mudik Lebaran 2026, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah-DI Yogyakarta (BBPJN Jateng-DIY) melakukan pemetaan intensif terhadap titik rawan macet dan bencana. Pemudik diminta mewaspadai puluhan titik yang tersebar di jalur utama menuju Jawa Tengah.
Berdasarkan pantauan Media Indonesia, pada Minggu (1/3), sebanyak 17,7 juta orang diperkirakan akan masuk ke wilayah Jawa Tengah. Mengingat volume kendaraan yang masif di Jalur Pantura, Pansela, maupun Jalur Tengah, pemerintah mempercepat kesiapan sarana dan prasarana jalan.
Daftar 69 Titik Rawan di Jalur Mudik Jawa Tengah
Kepala BBPJN Jateng-DIY, Moch Iqbal Tamher, menyatakan bahwa tingkat kemantapan jalan nasional di Jawa Tengah saat ini mencapai 93,47%. Meski siap dilintasi, pemudik wajib memperhatikan pemetaan titik rawan yang telah diidentifikasi.
"Terdapat 46 titik rawan macet dan 23 titik rawan bencana di sepanjang jalur mudik Lebaran tahun ini," ujar Iqbal Tamher.
1. Titik Rawan Kemacetan (46 Lokasi)
Penyebab utama kemacetan di 46 titik ini didominasi oleh:
- Aktivitas pasar tumpah di sepanjang jalan nasional.
- Perlintasan sebidang kereta api.
- Simpang padat kendaraan dan akses keluar-masuk (exit) jalan tol.
2. Titik Rawan Bencana Banjir dan Rob (14 Lokasi)
Lokasi yang berisiko terendam banjir akibat hujan deras maupun rob meliputi:
- Jalan Kaligawe, Semarang.
- Sayung (Perbatasan Semarang-Demak).
- Jalan Walisongo dan ruas Pantura Kendal.
- Pemuda Brebes dan Prupuk (Batas Tegal/Banyumas).
- Palur-Sragen.
3. Titik Rawan Longsor (9 Lokasi)
Wilayah perbukitan dengan kontur tanah labil yang rawan longsor meliputi:
- Ruas Batas Jawa Barat–Karangpucung–Wangon.
- Ajibarang/Wangon dan Patikraja-Rawalo.
- Banjarnegara-Wonosobo.
Pemerintah Beri Diskon Tarif Tol 30 Persen
Untuk mengurai potensi penumpukan kendaraan pada puncak arus mudik (H-3 hingga H+3), Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengumumkan kebijakan strategis berupa diskon tarif tol.
"Sesuai kesepakatan dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), diskon tarif tol tahun ini naik menjadi 30%, dari sebelumnya 20%. Pemberlakuan dimulai sejak H-9 Lebaran," ungkap Dody di sela kunjungan kerja di Pantura.
Kebijakan ini diharapkan memotivasi pemudik untuk melakukan perjalanan lebih awal (early bird) guna menghindari kemacetan parah di puncak arus mudik.
10 Ruas Tol Fungsional Siap Dibuka
Selain diskon tarif, Kementerian PU melalui BPJT juga menjadwalkan pembukaan 10 ruas jalan tol fungsional. Berikut beberapa ruas yang akan dioperasikan secara fungsional:
| Nama Ruas Tol Fungsional | Seksi |
|---|---|
| Tol Solo–Yogyakarta | Prambanan – Purwomartani |
| Tol Yogyakarta–Bawen | Ambarawa – Bawen |
| Tol Probolinggo–Banyuwangi | Seksi 1 – 3 |
| Tol Palembang–Betung | Seksi 1 – 4 |
"Pengoperasian jalur fungsional ini adalah langkah konkret untuk memecah arus di titik-titik kemacetan lama agar perjalanan masyarakat lebih lancar dan nyaman," pungkas Dody. (AS/E-4)