Gempa Magnitudo 6,4 Pacitan Bikin Panik, Perjalanan KA di Yogya Sempat Berhenti
GEMPA bumi tektonik Magnitudo 6,4 yang berpusat di Pacitan, Jawa Timur, sempat membuat warga panik. Jadwal perjalanan kereta api pun sempat diberhentikan.
Gempa tersebut terjadi pada Jumat (6/2) pukul 01.06.10 WIB. Warga di Dusun Piyungan, Bantul, banyak yang terbangun dan keluar rumah saat terjadi gempa.
"Gempanya agak lama, seperti digoyang-goyang," terang Sri.
Selain warga yang panik, sejumlah perjalanan kereta api di Yogyakarta sempat berhenti akibat gempa tersebut. Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menjelaskan, kereta api berhenti saat gempa sesuai prosedur keselamatan perjalanan kereta api.
Saat gempa, kereta api menghentikan operasional saat itu juga. Para petugas kemudian langsung melakukan pemeriksaan kondisi sarana-prasarana, seperti jalur rel dan jembatan.
Sebanyak 14 perjalanan kereta api sempat mengalami berhenti luar biasa (BLB) dengan durasi antara 29 dan 49 menit.
"Semua KA baru mulai melanjutkan perjalanan setelah jalur dinyatakan aman dilalui," terang dia. Pada pukul 02.04 WIB seluruh perjalanan kereta api di wilayah Daop 6 telah kembali beroperasi setelah tim di lapangan selesai mengecek jalur dan menyatakannya aman untuk dilalui.
Sampai Tuban dan Jepara
Dalam siaran pers, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono menyampaikan, hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,2. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,98° LS ; 111,18° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 89 Km arah Tenggara Kota Pacitan, Jawa Timur pada kedalaman 58 km.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Bantul, Sleman, Pacitan dengan skala intensitas IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).
Di daerah Kulonprogo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Cirebon, Blitar, Surakarta, Karanganyar, Magelang, Jombang, Tulungagung, Ponorogo, Magetan, Nganjuk, Wonosobo, dan Banjarnegara genpa dirasakan dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu)?
Di Tuban dan Jepara, gempa dirasakan dengan skala intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).
Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 01.35 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). (Z-2)