4 Meter, Gelombang di Perairan Utara Jawa Tengah, BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem


Penulis:  Akhmad Safuan - 23 January 2026, 08:18 WIB
MI/Akhmad Safuan

CUACA ekstrem kembali merata berpotensi di 33 daerah di Jawa Tengah Jumat (23/1), selain masih ada air laut pasang (rob), gelombang tinggi di perairan Jawa Tengah hingga mencapai ketinggian 4 meter berisiko terhadap aktivitas pelayaran.

Pada pagi cuaca di Jawa Tengah pada umumnya berawan, hujan ringan-sedang sudah mengguyur di sejumlah daerah di Pantura, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan meningkat, bahkan cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi kembali terjadi di 33 daerah.

Selain air laut pasang (rob) di perairan utara, gelombang tinggi 2,5-4 meter di perairan selatan dan 1,25-2,5 meter di perairan utara Jawa Tengah berisiko terhadap terhadap aktivitas pelayaran seperti ku adik ikan (nelayan), tongkang, kapal barang dan orang, terutama saat kecepatan angin diatas 15 knot.

"Tetap waspadai gelombang tinggi di perairan Jawa Tengah ini bagi aktivitas pelayaran, apalagi juga disertai hujan badai dan kecepatan angin tinggi," kata Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Shafira Tsanyfadhila.

Sedangkan di perairan utara, lanjut Shafira Tsanyfadhila, selain gelombang tinggi masih berlangsung, juga air laut pasang dengan ketinggian maksimum 0,9 meter terjadi pada pukul 18.00-24.00 WIB, mengakibatkan banjir di sejumlah daerah di Pantura seperti Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara dan Pati sulit untuk surut.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Ferry Oktarisa mengatakan hingga Jumat (23/1) cuaca ekstrem masih berpotensi di 33 daerah di Jawa Tengah baik itu di kawasan pegunungan, dataran tinggi, Pantura, Jawa Tengah bagian timur dan Solo Raya, sehingga diminta warga untuk waspada bencana hidrometeorologi.

"Waspadai bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin puting beliung sebagai dampak cuaca ekstrem tersebut," ujar Ferry Oktarisa Jumat (23/1).

Daerah di Jawa Tengah berpotensi cuaca ekstrem, ungkap Ferry Oktarisa, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Ungaran dan Temanggung.

Menurut Ferry Oktarisa selain itu cuaca ekstrem juga berpotensi di Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Brebes, Surakarta, Pekalongan, Tegal, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa. "Selebihnya hujan ringan-sedang, angin berhembus dari barat ke utara dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara 60-95%," tambahnya.