BPBD Jatim Gandeng Lembaga Riset Jepang untuk Mitigasi Bencana


Penulis:  Faishol Taselan - 22 January 2026, 15:33 WIB
MI

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur (Jatim) melakukan kolaborasi pemanfaatan drone untuk kegiatan mitigasi bencana dengan lembaga riset dari Jepang, yakni Tim Riset dari Chiba Institute of Science (CIS) Jepang. Selain lembaga riset Jepang, kerja sama juga dilakukan dengan Tim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Brida Jatim.

“Mereka tertarik untuk melakukan kolaborasi pemanfaatan drone untuk kegiatan mitigasi bencana di Jatim,” kata Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto di Surabaya, Kamis (22/1).

Tim Riset dari Chiba Institute of Science (CIS) Jepang yakni Dr Hitoshi Igharasi, Dr Masato Ebine, dan Shuri Nemoto. Hadir juga dari Trajectory, perusahaan IT Jepang, Kenji Koseki dan Uda Markoto.

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto bersama jajaran pejabat eselon 3 menyambut langsung kedatangan Tim CIS Jepang. Mereka dikenalkan tentang penggunaan drone dan mikro tremor yang biasa digunakan untuk survei gerakan tanah di berbagai daerah. Selain itu, dikenalkan juga tentang cara kerja dan teknologi pemantauan potensi bencana di ruang Pusdalops dan mobil BPBD One.

Para rombongan juga diperlihatkan Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena) dan sejumlah wahana edukasi di Taman Edukasi Bencana, seperti, simulator gempa dan Tenda Pendidikan Bencana (Tenpina).

Usai melakukan kunjungan, Dr Hitoshi Igharasi dari CIS Jepang mengapresiasi program edukasi bencana, peralatan dan kecanggihan teknologi yang dimiliki BPBD Jatim. Baginya, upaya edukasi bencana yang diberikan kepada masyarakat dan peralatan yang dimiliki BPBD Jatim sangat luar biasa. 

Kapus Riset Kebijakan Publik BRIN, Yanuar Farida Wismayanti, mengapresiasi sambutan dan pembelajaran kebencanaan yang dilangsungkan di BPBD Jatim. Rencananya, bersama Tim CIS Jepang, Universitas Budi Luhur dan Pemprov Jatim, akan melakukan riset kolaborasi jalur drone untuk mitigasi bencana di wilayah Cangar Pacet Kabupaten Mojokerto dan kawasan Tahura R. Soerjo. 

"Saya kira dari kunjungan di BPBD Jatim ini banyak hal yang kita dapatkan.  Selain memiliki Command Center yang canggih, pembelajaran kebencanaan juga sangat bagus. Ada simulator gempa dan tenda pendidikan bencana. Luar biasa, sukses terus BPBD Jatim," ujar Yanuar. 

Sementara, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto juga menyampaikan terima kasih atas rencana riset kolaborasi untuk jalur drone yang akan dilakukan di Jatim, khusus di kawasan potensi longsor dan Karhutla di wilayah Tahura R. Soerjo.

"Kita berharap, ke depan, semua ini bisa menjadi bagian dari upaya pengurangan risiko bencana di Jatim," ungkap Gatot.(M-2)