Banjir Jakarta Timur Hari Ini: 1.382 Jiwa Terdampak
HUJAN deras yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya pada Jumat (20/2) mengakibatkan ribuan warga di Jakarta Timur terdampak banjir. Berdasarkan data terbaru hingga pukul 12.00 WIB, sebanyak 1.382 jiwa atau 432 Kepala Keluarga (KK) dilaporkan terdampak genangan yang tersebar di lima kelurahan.
Meskipun ketinggian air di beberapa titik telah mencapai lebih dari satu meter, otoritas setempat melaporkan belum ada satu pun warga yang memutuskan untuk mengungsi ke posko darurat.
Sebaran Titik Banjir Jakarta Timur dan Ketinggian Air
Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Penanggulangan Bencana Kota Administrasi Jakarta Timur, Rangga Bima Setiawan, mengonfirmasi bahwa banjir saat ini mengepung dua kecamatan utama yang mencakup 12 RW dan 30 RT.
Kondisi terparah terpantau di wilayah Jatinegara dan sekitarnya dengan rincian sebagai berikut:
| Kelurahan | Lokasi Terdampak | Ketinggian Air |
|---|---|---|
| Bidara Cina | Jl. Baiduri Bulan, Jl. Tanjung Lengkong | 100 - 120 cm |
| Kampung Melayu | Jl. Kebon Pala II, Jl. Tanah Rendah | 80 - 125 cm |
| Cawang | Jl. Taman Harapan, Jl. Raya Kalibata | 80 cm |
| Cililitan & Balekambang | Jl. Musola Al-Hikmah, Jl. Jembatan 1 | 80 cm |
Warga Memilih Bertahan di Rumah
Hingga Jumat siang, titik pengungsian di Jakarta Timur terpantau masih nihil. Warga di kawasan terdampak, seperti Kampung Melayu dan Bidara Cina, disinyalir masih memilih bertahan di lantai dua rumah mereka untuk menjaga aset berharga mereka.
Rangga Bima Setiawan menegaskan bahwa personel gabungan terus bersiaga di lapangan untuk memantau pergerakan debit air, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Masyarakat diimbau untuk segera melapor melalui kanal darurat jika membutuhkan bantuan evakuasi cepat akibat kenaikan debit air yang tiba-tiba.
Imbauan dan Kewaspadaan Dini
Pemerintah Kota Jakarta Timur meminta masyarakat di daerah aliran sungai dan titik rawan banjir untuk meningkatkan kewaspadaan. Koordinasi antar-instansi terus diperkuat guna memastikan evakuasi dapat dilakukan dengan cepat jika situasi memburuk.
"Kami mengimbau warga untuk tetap berhati-hati. Segera lapor kepada petugas di lapangan jika membutuhkan bantuan evakuasi atau jika ketinggian air terus meningkat secara signifikan," pungkas Rangga.