Musrenbang Ciputat Untuk Akses Pendidikan dan Penanganan Sampah
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) merupakan tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah pada tahun berjalan guna diwujudkan di tahun berikutnya. Prioritas pembangunan disesuaikan dengan kebutuhan seperti untuk peningkatan akses pendidikan bagi anak anak, penanganan sampah, banjir, dan lain lain.
“Kegiatan Musrenbang tahun 2026 ini untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah atau RKPD Tahun 2027.Kegiatan yang kita rencanakan di Januari ini akan dilaksanakan pada tahun 2027 mendatang,” ungkap Camat Kecamatan Ciputat,Tangerang Selatan (Tangsel) H. Mamat pada kegiatan Musrenbang di Kelurahan Sawah Baru.
Mamat mengutarakan pagu anggaran Kelurahan Sawah Baru pada tahun 2027 Rp3.110.000.000. Anggaran tersebut disusun mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang tata cara perencanaan, pengendalian, dan evaluasi pembangunan daerah. Ia menjelaskan dari pagu tersebut, maksimal 60 persen dialokasikan untuk pembangunan fisik, sementara sisanya untuk kegiatan nonfisik.
Mamat mengingatkan usulan kegiatan mesti serius difokuskan pada kegiatan dengan kebutuhan prioritas, seperti akses pendidikan bagi anak anak, penanganan sampah, penanganan banjir dan lain lain. Lurah Sawah Baru, Muslim, mengutarakan terimakasih atas partisipasi kalangan masyarakat mengajuka usulan pada tahapan pra-Musrenbang maupun Musrenbang kelurahan.Dikatakannya, usulan yang masuk masih didominasi pembangunan fisik.
Terkait pagu anggaran Kelurahannya mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini dipengaruhi meningkatnya pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Muslim mengajak seluruh masyarakat, para Ketua RT dan RW mendorong kepatuhan warga membayar PBB agar alokasi anggaran pembangunan dapat terus meningkat. Ia juga berharap dukungan DPRD Kota Tangerang Selatan agar program pembangunan di Kelurahan Sawah Baru dapat optimal.
Dalam kesempatan yang sama, Legislator DPRD Tangsel Komisi III Fraksi Golkar , Linda Eviyanti, menilai peningkatan pagu anggaran kelurahan karena tingginya kesadaran masyarakat membayar PBB.
Menurutnya, sekitar 40 persen penilaian pembangunan wilayah dipengaruhi tingkat kepatuhan pembayaran PBB. Ia menghimbau kelurahan, RT, dan RW dorong tingkatkan kesadaran warga. Menyinggung soal lingkungan, Linda mengajak masyarakat berperan aktif mengurangi dan memilah sampah sejak dari rumah tangga.
Anggota DPRD Tangsel Fraksi PKB, Gus Andi Ahmad Wibowo, mengingatkan pentingnya keseimbangan antara pembangunan fisik dan penguatan sumber daya manusia (SDM).
Hemat dia pembangunan tidak hanya untuk infrastruktur fisik.Penting pula Penguatan SDM untuk bidang pendidikan,kesehatan juga ekonomi kreatif masyarakat.Hal Ini perlu peran serta semua pihak, bukan hanya lurah, camat, atau DPRD juga seluruh pemimpin di lingkungannya masing-masing. (H-2)