Sawah Terendam, Penurunan Penggelontoran Debit Air Dilakukan di Indramayu dan Cirebon


Penulis: Nurul Hidayah     - 02 February 2026, 20:51 WIB
MI/NURUL HIDAYAH

PENGGELONTORAN air dari Bendung Rentang di Kabupaten Majalengka, sempat dikurangi karena permintaan dari petani. Namun mulai hari ini penggelontoran air kembali normal.

Pengelola Bendung Rentang, Dadi Supriadi, menjelaskan bahwa beberapa hari lalu sejumlah daerah meminta pengurangan debit air dari Bendung Rentang.

“Kemarin betul ada pengurangan dan hari ini sudah mulai ada permintaan penambahan,” tuturnya, Senin (2/2).

Dia menjelaskan permintaan pengurangan debit air diminta oleh petani, baik di Kabupaten Indramayu maupun Kabupaten Cirebon. Permintaan pengurangan debit air dikarenakan sejumlah areal sawah terendam banjir, baik di Indramayu maupun Cirebon.

Selain itu, hujan deras nyaris tiada henti juga memperparah genangan air di sawah. Untuk itu, sejak Sabtu (24/1) penggelontoran air ke saluran irigasi pun dilakukan.

Permintaan pengurangan rata – rata hingga mencapai 40% – 50%, sehingga pendistribusian air melalui SI Cipelang yang semula 23 m3 menjadi hanya 12 m3. Sementara untuk SI Sindupraja yang semula 40 m3 sekarang sebesar 22 m3.

Dengan adanya pengurangan ini maka air yang masuk ke Bendung Rentang lebih banyak dikembalikan lagi ke Sungai Cimanuk.

Untuk wilayah Indramayu yang meminta pengurangan diantaranya datang dari Losarang, Centigi, Sindang, Krangkeng , Karang Ampel serta sejumlah wilayah lainnya. Sementara untuk wilayah Cirebon permintaan datang dari Bakung, Suranenggala dan Gegesik.

“Tapi tadi siang mulai berangsur ditambah debit air di saluran masing-masing,” tutur Dadi.

Sementara itu seiring dengan terjadinya cuaca esktrem yang memicu bencana hidrometeorologi, Bupati Majalengka, Eman Suherman, kembali mengintruksikan agar semua kepala OPD, camat untuk segera meninventarisasi peluang terjadi bencana alam di wilayahnya. Mereka juga harus menaksir nilai kerugian yang diderita serta segera mengambil langkah penanganan.

“Mudah mudahan tidak terjadi lagi bencana menimpa wilayah Majalengka terlebih menimbulkan korban jiwa. Saya telah meminta semua camat dan kepala OPD tidak meninggalkan wilayah dan pantau terus perkembangan wilayahnya masing – masing,” tegasnya.

Jika terjadi bencana, Eman menginstruksikan untuk segera melakukan tindakan penanganan sesuai SOP dan koordanasi terus dengan BPBD dan tim.