Sinyal Hijau Iran untuk Kapal Tanker Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz


Penulis:  Media Indonesia - 28 March 2026, 17:19 WIB
AFP

UPAYA diplomasi pemerintah Indonesia untuk membebaskan dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang tertahan di Selat Hormuz mulai menemui titik terang. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengonfirmasi bahwa otoritas Iran telah memberikan respons positif terkait izin melintas bagi kedua kapal tersebut.

Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya bersama Kemlu tengah mematangkan prosedur teknis agar kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat segera keluar dari zona konflik dengan aman.

“PIS bersama Kemlu tengah membahas teknis agar kedua kapal dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman,” ujar Vega dikutip dari Antara, Sabtu (28/3).

Fokus pada Keselamatan Awak dan Muatan

Hingga saat ini, kedua kapal tanker tersebut dilaporkan masih berada di kawasan Teluk Arab/Teluk Persia. Vega menekankan bahwa prioritas utama perusahaan adalah menjamin keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan fisik kapal beserta muatannya.

Sebagai informasi, Pertamina Pride dioperasikan khusus untuk pemenuhan cadangan energi nasional, sementara Gamsunoro melayani distribusi energi untuk pihak ketiga.

“Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat terselesaikan dengan baik,” tambah Vega sembari mengapresiasi dukungan penuh dari Kemlu RI dalam menangani situasi darurat ini.

Situasi di Selat Hormuz memanas dan sempat ditutup akibat pecahnya peperangan antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran sejak Februari lalu. Sejak penutupan jalur vital tersebut, PIS dan Kemlu secara aktif menjalin komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait di Teheran.

Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, memastikan bahwa koordinasi intensif melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran telah membuahkan hasil.

“Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran,” kata Nabyl pada Jumat (27/3).

Meski telah mendapatkan sinyal hijau dari Teheran, pemerintah belum memberikan kepastian waktu kapan kedua kapal tanker tersebut benar-benar bisa keluar dari Selat Hormuz. Saat ini, langkah tindak lanjut masih difokuskan pada pemantapan aspek teknis dan operasional di lapangan guna menghindari risiko selama proses evakuasi berlangsung.

(Ant/P-4)