75 Tahun Hubungan Indonesia-Vatikan: Buku Bersama Mengarungi Zaman Resmi Diluncurkan


Penulis: Basuki Eka Purnama - 27 March 2026, 20:45 WIB
MI/HO

MEMPERINGATI tonggak sejarah 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Takhta Suci Vatikan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Takhta Suci meluncurkan buku bertajuk Bersama Mengarungi Zaman (Insieme Attraverso I Tempi) di Roma, Kamis (26/3). Acara yang berlangsung di kantor KBRI Vatikan ini dihadiri oleh jajaran diplomat, pastor, dan suster.

Buku tersebut diserahkan secara simbolis oleh Duta Besar RI untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono, kepada Mgr. John D. Putzer, yang hadir mewakili Menteri Luar Luar Negeri Vatikan, Monsignor Paul Richard Gallagher.

Penanda Sejarah dan Pengakuan Kedaulatan

Dubes Trias menegaskan bahwa buku ini merupakan catatan penting dari persahabatan panjang yang dirintis sejak 1947. Ia menggarisbawahi peran vital Vatikan dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

"Takhta Suci menjadi negara Eropa pertama yang memberikan pengakuan bagi kemerdekaan Indonesia. Pengakuan itu mendorong negara-negara lain di Eropa memberikan pengakuan serupa pada Republik Indonesia," ujar Trias.

Pesan Keberagaman sebagai Kekuatan

Sementara itu, Mgr. John Putzer menyampaikan bahwa hubungan selama 75 tahun ini bukan sekadar keberhasilan diplomatik, melainkan bukti nyata pesan Paus Fransiskus tentang keberagaman.

Ia mengenang kembali kekaguman Paus saat mengunjungi Terowongan Silaturahim yang menghubungkan Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal di Jakarta pada September 2024 lalu.

"Indonesia menunjukkan dan membuktikan bahwa perbedaan seharusnya bukan menjadi sumber konflik namun jalan untuk menghubungkan satu sama lain. Pesan ini sangat relevan untuk dunia masa kini," tegas Mgr. Putzer.

Senada dengan hal itu, Dubes Trias menegaskan komitmen Indonesia untuk terus bekerja sama dengan Vatikan dalam mempromosikan toleransi dan dialog demi perdamaian dunia.

Dokumentasi Tiga Bahasa

Buku hard cover dan full color ini disusun dalam tiga bahasa, Indonesia, Italia, dan Inggris. Diterbitkan oleh Palmerah Syndicate bekerja sama dengan Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI), buku ini menghimpun tulisan dari tokoh-tokoh penting seperti Menlu Sugiono, Kardinal Pietro Parolin, Romo Budi Subanar SJ, dan Dubes Trias sendiri.

Selain artikel, buku ini menyajikan dokumentasi visual bersejarah, termasuk kunjungan tiga Paus ke Indonesia, Paus Paulus VI (1970), Paus Yohanes Paulus II (1989), dan Paus Fransiskus (2024), serta kunjungan lima Presiden Indonesia ke Vatikan.

"Semoga buku ini dapat menjadi sumber inspirasi untuk meneruskan semangat persahabatan Indonesia dan Takhta Suci selama beberapa dekade mendatang," pungkas Dubes Trias. (Z-1)