Atasi Antrean Bandara, Trump Perintahkan Pembayaran Segera Gaji Agen TSA


Penulis:  Thalatie K Yani - 27 March 2026, 08:19 WIB
White House

PRESIDEN Donald Trump mengambil langkah tegas untuk mengatasi krisis di bandara-bandara Amerika Serikat. Ia menginstruksikan Menteri Keamanan Dalam Negeri (DHS) yang baru, Markwayne Mullin, untuk segera membayar gaji para agen Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) guna mengurai antrean panjang yang melumpuhkan jadwal penerbangan nasional.

Langkah ini diambil setelah negosiasi pendanaan departemen tersebut menemui jalan buntu di Capitol Hill. Melalui platform Truth Social, Trump menegaskan urgensi tindakan ini untuk mengakhiri apa yang ia sebut sebagai hambatan birokrasi.

“Saya akan menandatangani Perintah yang menginstruksikan Menteri Keamanan Dalam Negeri, Markwayne Mullin, untuk segera membayar Agen TSA kita guna mengatasi Situasi Darurat ini, dan dengan cepat menghentikan Kekacauan Demokrat di Bandara,” tulis Trump.

Strategi Pendanaan Darurat

Menurut sumber yang memahami rencana tersebut, Trump berencana menggunakan dana dari legislasi "One Big, Beautiful Bill" yang ia tandatangani tahun lalu. Meski demikian, para penasihat senior masih mematangkan teknis pembayaran agar puluhan ribu pekerja TSA yang terancam kehilangan gaji penuh kedua mereka bisa segera menerima haknya.

Kekosongan anggaran DHS telah menyebabkan ribuan agen TSA dan pekerja lainnya bekerja tanpa upah sejak 14 Februari lalu. Dampaknya sangat terasa di lapangan; lebih dari 500 petugas TSA telah mengundurkan diri, sementara ribuan lainnya terpaksa absen, memicu penundaan penerbangan massal di seluruh negeri.

Kebuntuan di Capitol Hill

Di sisi lain, upaya bipartisan di tingkat Senat untuk mencapai kesepakatan anggaran berakhir gagal. Partai Republik menyatakan telah memberikan tawaran terakhir, namun kesepakatan tidak kunjung tercapai hingga batas waktu yang ditentukan.

“Kami telah membiarkan pemungutan suara terbuka selama lima jam untuk memberi kesempatan bagi Demokrat maju ke meja perundingan. Mereka tidak melakukannya, dan sekarang waktunya habis,” ujar John Barrasso, Majority Whip dari Partai Republik.

Sebaliknya, pihak Demokrat membantah klaim bahwa mereka meninggalkan negosiasi. Senator Brian Schatz dari Hawaii menegaskan bahwa staf dan anggota tetap berkomunikasi sepanjang hari. "Tidak benar jika dikatakan kami tidak dalam negosiasi. Mungkin saja salah satu pihak kehilangan kesabaran, namun kami masih berbicara," ungkap Schatz.

Dampak Nyata bagi Pekerja

Krisis ini menempatkan lebih dari 46.000 petugas TSA dalam posisi sulit. Max Stier, CEO dari Partnership for Public Service, mempertanyakan mengapa langkah eksekutif ini baru diambil sekarang. "Pertanyaan saya adalah jika dia bisa melakukannya, mengapa tidak dilakukan sebelumnya? Ini sudah menjadi masalah selama lebih dari sebulan," cetusnya.

Dengan resesi libur Paskah dan Paskah Yahudi yang semakin dekat, tekanan bagi pemerintah untuk menormalisasi operasional bandara semakin memuncak guna menghindari gangguan perjalanan berskala nasional yang lebih luas. (CNN/BBC/Z-2)