4 Fakta Kecelakaan Tragis Air Canada di Bandara LaGuardia
DUNIA penerbangan berduka setelah kecelakaan tragis terjadi di Bandara LaGuardia, New York, pada Minggu malam waktu setempat. Sebuah pesawat penumpang Air Canada bertabrakan hebat dengan truk pemadam kebakaran di area landasan pacu (tarmac), mengakibatkan dua pilot kehilangan nyawa.
Berikut adalah fakta-fakta penting terkait insiden mematikan tersebut:
1. Detik-detik Tabrakan yang Mengerikan
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 23.40 waktu setempat, sesaat setelah Air Canada dengan nomor penerbangan AC8646 mendarat dari Montreal. Di saat yang bersamaan, sebuah truk pemadam kebakaran tengah melaju menuju insiden lain di pesawat berbeda yang melaporkan adanya bau tak sedap.
Rekaman audio dari menara pengawas lalu lintas udara (ATC) menangkap momen dramatis sesaat sebelum benturan. Seseorang terdengar berteriak, "Truk Satu, berhenti, berhenti, berhenti!" Namun, peringatan itu terlambat. Pesawat jenis CRJ 900 tersebut menghantam truk damkar dengan kekuatan besar.
Seorang saksi mata, Leo Medina (23), menggambarkan ngerinya lokasi kejadian. "Kami berada sekitar 100 meter dari sana. Rasanya seperti pesawat itu terbelah dua," ujarnya. Foto-foto dari lokasi menunjukkan moncong pesawat hancur dan truk damkar terbalik di tengah puing-puing logam.
2. Korban Jiwa dan Luka-luka
Pesawat tersebut membawa 72 penumpang dan empat kru. Otoritas mengonfirmasi bahwa dua pilot tewas dalam insiden ini, meski identitas mereka belum dirilis ke publik.
Selain korban jiwa, sebanyak 41 orang dilarikan ke rumah sakit. Sebanyak 31 orang di antaranya telah diperbolehkan pulang, sementara sisanya masih dalam perawatan karena cedera serius. Adapun petugas polisi di dalam truk damkar dilaporkan dalam kondisi stabil.
3. Dugaan Masalah Personel di Menara Pengawas
Pihak National Transportation Safety Board (NTSB) kini tengah melakukan investigasi mendalam. Fokus utama penyelidikan adalah kecepatan pesawat saat bergerak dan rasio staf di menara ATC saat kejadian.
Kivanc Avrenli, pakar keselamatan penerbangan dari Syracuse University, menyoroti kemungkinan adanya kekurangan personel. "Ada kemungkinan satu petugas mengendalikan lalu lintas udara sekaligus lalu lintas darat secara bersamaan," ungkapnya. Meskipun umum dilakukan di bandara yang kurang staf, kondisi ini dianggap jauh dari ideal untuk bandara sibuk seperti LaGuardia.
4. Dampak Masif pada Operasional Bandara
Insiden ini melumpuhkan salah satu bandara tersibuk di Amerika Serikat tersebut. Lebih dari 600 jadwal penerbangan dibatalkan, dan operasional sempat dialihkan hanya pada satu landasan pacu. Maskapai besar seperti Delta turut terdampak, menyebabkan penumpukan penumpang yang signifikan.
Gubernur New York, Kathy Hochul, menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi ini. "Hati kami bersama para korban, keluarga mereka, dan semua yang terdampak," tulisnya dalam pernyataan resmi.
Pihak otoritas mengimbau calon penumpang untuk terus memantau status penerbangan mereka karena keterlambatan diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. (BBC/Z-2)