Iran Apresiasi Spanyol yang Katakan tidak Pada Perang
PRESIDEN Iran Masoud Pezeshkian memuji keputusan Spanyol yang menolak membantu Amerika Serikat (AS) dalam perang melawan Iran, dia menyebut langkah Madrid sebagai sikap bertanggung jawab di tengah memanasnya konflik Timur Tengah.
"Perilaku bertanggung jawab Spanyol dalam menentang pelanggaran hak asasi manusia dan agresi militer yang terang-terangan oleh koalisi Zionis dan Amerika terhadap berbagai negara, termasuk Iran, menunjukkan bahwa etika dan hati nurani yang terbangun masih ada di Barat," kata Pezeshkian.
"Saya memuji para pejabat Spanyol atas pendirian mereka," lanjutnya.
Sebelumnya, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menegaskan negaranya tidak akan membantu AS maupun Israel dalam konflik melawan Iran. Ia menyatakan posisi Madrid konsisten dengan sikap sebelumnya yang menolak agresi di Jalur Gaza dan invasi ke Ukraina.
"Posisi pemerintah Spanyol bisa ditegaskan dalam beberapa kata: tidak ada perang," kata Sanchez dalam video yang diunggah di platform X.
Pemerintah AS dilaporkan meminta sejumlah negara Eropa, termasuk Spanyol, untuk mengizinkan penggunaan pangkalan militer mereka dalam operasi terhadap Iran. Namun, permintaan tersebut ditolak Madrid.
Presiden AS Donald Trump kemudian mengkritik keputusan tersebut dan mengancam akan memutus hubungan dagang dengan Spanyol.
"Kita akan menghentikan semua perdagangan dengan Spanyol. Kita tidak ingin berhubungan dengan Spanyol," tegas Trump.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari.
Pada hari yang sama, Iran melakukan serangan balasan. Sejak itu, kedua pihak terus saling melancarkan serangan yang menimbulkan korban jiwa di berbagai wilayah. (Al Jazeera/Fer/I-1)