Warga Iran Demo Kutuk AS-Israel usai Kematian Ayatullah Ali Khamenei


Penulis:  Gana Buana - 01 March 2026, 14:41 WIB
Dok. BBC

Gelombang demonstrasi besar-besaran pecah di seluruh penjuru Iran pada Minggu (1/3). Jutaan warga turun ke jalan untuk mengecam Amerika Serikat (AS) dan Israel menyusul gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, dalam sebuah serangan militer terkoordinasi.

Perkembangan ini secara dramatis meningkatkan tensi geopolitik di Timur Tengah dan memicu reaksi publik yang luar biasa di berbagai kota besar Iran. Warga menganggap serangan tersebut sebagai tindakan agresi yang tidak dapat ditoleransi.

Aksi Massa di Teheran, Qom, dan Mashhad

Berdasarkan laporan media lokal, para demonstran yang membawa bendera Iran dan poster Khamenei berkumpul di pusat-pusat kota untuk menyuarakan kesedihan dan kemarahan mereka. Di Teheran, konsentrasi massa terbesar terlihat di Lapangan Inkilap, di mana slogan-slogan yang mengutuk AS dan Israel terus menggema.

Di kota suci Qom, warga berkumpul di makam Hazrat Masume untuk mengecam serangan tersebut. Sementara itu, di Mashhad, para pelayat membentangkan bendera hitam di atas kubah Makam Imam Reza sebagai simbol duka nasional.

Makam tersebut merupakan salah satu situs keagamaan paling dihormati di Iran, di mana ribuan orang terlihat meneteskan air mata di sekitar area makam.

Kronologi Serangan dan Konfirmasi Pemerintah

Media pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Khamenei kehilangan nyawanya selama serangan gabungan AS-Israel. Otoritas menyatakan bahwa "pemimpin revolusi Islam Iran telah mencapai kemartiran" saat sedang menjalankan tugasnya di kantor kepresidenan di Teheran pada Sabtu pagi.

Pemerintah Iran secara tegas membantah klaim yang menyebutkan Khamenei sedang bersembunyi di bunker bawah tanah saat serangan berlangsung.

Mereka menekankan bahwa sang pemimpin tetap berada di tengah masyarakat hingga akhir hayatnya, mencerminkan peran kepemimpinan publik yang ia jalankan sepanjang hidup.

Data Korban dan Dampak Serangan

Laporan dari sumber internal Iran menyebutkan bahwa serangan tersebut juga menewaskan beberapa anggota keluarga dekat Khamenei, termasuk:

  • Putri Ayatullah Ali Khamenei
  • Menantu laki-laki
  • Cucu
  • Menantu perempuan

Selain keluarga inti, serangan militer tersebut mengakibatkan jatuhnya banyak korban sipil. Berdasarkan data terbaru dari Bulan Sabit Merah Iran, tercatat 201 orang meninggal dunia dan 747 orang lainnya mengalami luka-luka.

Kategori Detail Informasi
Masa Berkabung 40 Hari Nasional
Hari Libur Resmi 7 Hari
Lokasi Serangan Kantor Pemimpin Tertinggi, Teheran

Pemerintah Iran kini telah menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan hari libur resmi selama tujuh hari sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi Ayatollah Ali Khamenei.