Rusia Desak Amerika Serikat dan Israel Hentikan Serangan ke Iran


Penulis:  Media Indonesia - 01 March 2026, 11:20 WIB
Antara

DUTA Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, mendesak Amerika Serikat dan Israel agar segera menghentikan tindakan agresif terhadap Iran yang dinilai memperburuk ketegangan kawasan.

Dalam rapat darurat Dewan Keamanan di Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, Nebenzia menegaskan bahwa serangan tersebut telah memicu eskalasi serius dan berpotensi meluas melampaui wilayah Iran.

Mengutip laporan RIA Novosti, diplomat Rusia itu menyebut tindakan militer yang dilakukan AS dan Israel sebagai agresi bersenjata tanpa provokasi. Ia menilai langkah tersebut melanggar Piagam PBB serta hukum internasional yang berlaku.

Nebenzia juga mengingatkan bahwa eskalasi konflik di sekitar Iran berisiko memicu dampak kemanusiaan dan ekonomi yang besar di kawasan Timur Tengah. Selain itu, situasi tersebut disebut dapat mengancam keamanan nuklir dan radiologis.

Ia turut menyampaikan harapan agar Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional, Rafael Grossi, menyampaikan kecaman atas serangan yang terjadi.

Rusia, lanjutnya, siap berperan aktif dalam mendorong penyelesaian diplomatik atas krisis yang berkembang di Iran.

"Kami menekankan perlunya segera melanjutkan penyelesaian politik dan diplomatik, mencari solusi berdasarkan hukum internasional, saling menghormati, dan keseimbangan kepentingan. Rusia siap memberikan semua bantuan yang diperlukan," katanya.

Nebenzia juga memastikan pemerintah Rusia mengambil langkah-langkah untuk melindungi warga negaranya yang berada di Iran.

"Negara kami mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk menjamin keselamatan warga Rusia di Republik Islam Iran," ujar dia.

Kronologi Serangan dan Respons Iran

Pada Sabtu, 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan sejumlah serangan yang menyasar berbagai titik di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta korban sipil.

Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan berupa rudal yang diarahkan ke wilayah Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. (Sputnik/Ant/E-4)